PDRB Kotabaru peringkat kedua Kalsel.

 
industri-1Kotabaru,
Meski 5 (lima) kecamatan yang meliputi Kecamatan Satui, kecamatan Kusan Hulu, kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Sungai loban dan Batu Licin kini telah berdiri sendiri menjadi Kabupaten Tanah Bumbu, perekonomian Kabupaten Kotabaru jika dilihat dari besaran nilai PDRB, masih tetap memiliki potensi ekonomi yang relatif besar jika dibandingkan dengan Kabupaten lain di Kalimantan Selatan.  PDRB Kabupaten Kotabaru masih menempati urutan kedua terbesar setelah Kota Banjarmasin dengan menyumbang 17,75 persen terhadap total PDRB Propinsi Kalimantan Selatan.kayu-lapis
 
Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotabaru pada tahun 2005 sebesar 5,09 persen dengan nilai PDRB berdasarkan atas harga yang berlaku pada tahun 2005 mencapai Rp. 3,846,04 Milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp. 2,848,76 Milyar.
Pertumbuhan ekonomi rata-rata tahun 2001-2005 jika digabung dengan sector pertambangan adalah sebesar 5,69 paersen per tahun, dan sebesar 5,09 persen per tahun jika tanpa pertambangan.

kerapuKabupaten Kotabaru terus menggalakan pembangunan di segala bidang. Potensi perekonomian yang dimiliki oleh Kabupaten ini meliputi bidang:
Pertambangan, potensi sumber daya alam khususnya pertambangan di Kabupaten Kotabaru sangat menjanjikan. Potensi deposit batubara mencapai 2.820,5 juta Ton, nikel 42.534 juta Ton, migas terindikasi sebesar 179,89 juta Barel, emas 8,785 juta Gram, biji besi 86 juta Ton, batu gamping 300 juta Ton, marmer 24 juta Ton. Sebagian besar potensi pertambangan di Kabupaten Kotabaru telah dieksplorasi ; seperti batubara, kapur gamping, biji besi dan emas dengan kontribusi devisa bagi Negara yang cukup besar.

Kelautan dan Perikanan, potensi lestari ikan di Kabupaten Kotabaru mencapai 98 Ton/Tahun. Selain itu potensi ikan kerapu hasil budidaya mencapai 10,2 Ton/Tahun, udang 15 Ton/Tahun, kepiting dan rajungan 220 Ton/Tahun, ikan bawal 93 Ton/Tahun, ikan asin 220,5 Ton/Tahun, lobster 96 Ton/Tahun, dan rumput laut 447 Ton/Tahun, serta terdapat juga potensi karang laut. Rumah tangga perikanan laut tercatat sebanyak 4.149 rumah tangga dengan perahu motor berjumlah 3.341 unit. Sedangkan jumlah rumah tangga perikanan darat, tambak dan kolam sebanyak 1.411 rumah tangga dengan perahu jenis jukung sebanyak 251 buah.tambang-bara-1

Industri, investasi besar di sektor pertambangan yang telah ada antara lain PT. Arutmin Indonesia di Kelumpang Tengah, PT. Bahari Cakrawala Sebuku dan PT. Sebuku Iron Lateric Ores di Kecamatan Pulau Sebuku, PT. Indocement Tunggal Prakasa di Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir.
Di sektor industri agraris berdiri pula perusahaan pembuat veneer beserta pembibitan albasia yaitu PT. Induk Albasia Makmur di Kecamatan Pulau Laut Barat, perkebunan kelapa sawit dan industri pembuatan CPO oleh perusahaan besar seperti PT. Minamas Gemilang Group, Smart Group, PT. Laguna Mandiri, PT. Bumi Raya Investama, dan PT. Sinar Kencana Inti Perkasa (SKIP). Luas lahan industri perkebunan di wilayah Kabupaten Kotabaru sebesar 642 ribu Hektar.  Sebagai pendukung produksi perusahaan-perusahaan yang beroperasi dan telah merealisasikan usahanya mencapai luas 120 ribu Hektar, serta membangun pabrik-pabrik pengolahan CPO (Crude Palm Oil).

sawitPertanian, luas areal tanaman padi di Kabupaten Kotabaru pada tahun 2005 adalah 17.105 hektar dengan produktivitas sebesar 3,65 Ton per Hektar, dikembangkan di kecamatan Pulau Laut Timur dan Kecamatan Kelumpang Utara. Disamping hasil pertanian berupa padi, tanaman pangan lain yang banyak dihasilkan adalah ketela pohon dengan produksi sebesar 37.369 Ton. Luas tanaman sayur-sayuran adalah sekitar 1.300 Hektar dengan hesil produksi 4.380 Ton dan produktivitas sebesar 3,37 Ton per Hektar.

Peternakan, sektor peternakan di Kabupaten Kotabaru memiliki populasi ternak sapi sebesar lebih kurang 7.000 ekor, kerbau 15.000 ekor, Kambing 14.000 ekor, ayam ras dan itik lebih kurang 2,2 juta ekor.sapi

Kehutanan dan Perkebunan, total luas tata guna hutan Kabupaten Kotabaru adalah 450.679.952 Hektar, sebagian besar yaitu 250.577.716 Hektar digunakan sebagai lahan Hutan Produksi Tetap (HPT). Sebelumnya ketatnya peraturan di bidang Kehutanan, produksi kayu bulat terbesar adalah jenis akasia yaitu sebesar 143 ribu Meter Kubik dan kayu sengon sebesar 93 ribu Meter Kubik. Total produksi kayu olahan (sawn timber) adalah sekitar 86 ribu Meter Kubik dengan produksi terbesar olahan kayu gergaji sebesar 52 ribu Meter Kubik. Tanaman perkebunan terutama kelapa sawit dan karet dikelola oleh perusahaan besar maupun perkebunan rakyat dan PT. Perkebunan Nusantara (PTPN). Luas tanaman perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh perkebunan rakyat adalah sebesar 10 ribu Hektar dengan hasil produksi sekitar 11 ribu Ton buah kelapa sawit. sedangkan hasil produksi buah kelapa sawit yang dikelola oleh perusahaan adalah 794 ribu Ton.

Iklan

2 comments on “PDRB Kotabaru peringkat kedua Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s