Orang Utan butuh dukungan.

Bogor,
Butuh semua pihak untuk melestarikan keberadaan Orang Utan.

Lokakarya nasional untuk mengevaluasi implementasi Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan 2007-2017 dileselanggarakan di Bogor pada Februari 2009 lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 90 orang perwakilan Pemerintah, LSM, Perguruan Tinggi dan pihak swasta yang terkait dengan berbagai upaya konservasi Orang Utan. Lokakarya tersebut terselenggara atas kerjasama antara Departemen Kehutanan R.I, APAPI (Asosiasi Pemerhati dan Ahli Primata Indonesia), dan Orangutan Conservation Service Program (OCSP).

Dalam kaitannya dengan Lokakarya ini Menteri Kehutanan R.I, Malam Sambat Kaban menyatakan, Departemen Kehutanan berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan Strategi dan Rencana Aksi
Konservasi Orangutan 2007-2017 serta mengajak sektor terkait, Pemerintah Daerah dan Stakeholders untuk berperan dalam penyelamatan keberadaan Orangutan beserta habitatnya.
Lokakarya ini menurut MS. Kaban sangat penting untuk melihat sejauh mana strategi dan rencana aksi konservasi orangutan yang telah diluncurkan pada Desember 2007 lalu yang telah diimplementasikan di lapangan untuk mendukung konservasi Orangutan. Berbagai laporan yang disajikan oleh setiap provinsi dapat dijadikan tolok ukur untuk menilai bentuk dukungan berbagai pihak dalam membantu pelestarian Orangutan di Indonesia.

Mendukung pernyataan Menteri Kehutanan, Menteri Perencanaan Pembangunan/ Ketua Bappenas siap membantu untuk mengajak sektor terkait untuk bekerjasama dalam penyelamatan Orangutan beserta habitatnya. Orangutan dapat lestari apabila ada jaminan
perlindungan terhadap habitatnya termasuk dengan mengakomodasikannya dalam tata ruang pulau, provinsi dan kabupaten. Konservasi Orangutan dan habitatnya merupakan bagian dari proses pembangunan berkelanjutan dan tidak lagi dianggap sebagai hambatan dari proses pembangunan.
Menurut Ketua APAPI, Dr. Noviar Andayani, Orangutan sebagai satu-satunya anggota keluarga kera besar di Asia yang populasinya paling banyak berada di Indonesia harus dapat dilestarikan agar dapat menjalankan fungsi ekologinya untuk mendukung kesejahteraan manusia. Kegagalan kita dalam melestarikan orangutan tidak saja memusnahkan satwa langka di Indonesia, tetapi juga kita membiarkan diri kita berada dalam ancaman melalui hilangnya berbagai keanekaragaman hayati.
 
Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyonopada 10 Desember 2007 lalu pada Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) diselenggarakan di Denpasar Bali.
PopuLasi orangutan sumatera saat ini diperkirakan berjumLah 6.000-7.000 individu. Sementara Orangutan Kalimantan berjumlah lebih besar sekitar 50.000- 60.000 individu. Ancaman terbesar terhadap popuLasi Orangutan adalah dari kegiatan pembukaan Lahan untuk perkebunan dan industri kehutanan lainnya. Meskipun Orangutan merupakan satwa dilindungi oleh undang-undang, tetapi habitatnya di luar kawasan konservasi tidak terlindungi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s