Keturunan Kesultanan Sabamban.

Dari keempat istri Sultan Syarif Ali baik yang di Kubu (Kalimantan Barat) maupun yang di tanah Banjar, Beliau kesemuanya memiliki 12 putra. Dari istri pertama di Kubu adalah : Syarif Hasan berputra Sultan Syarif Qasim Alaydrus, menjabat Sultan II Sabamban menggantikan kakeknya yang meninggal yaitu Sultan Syarif Ali bin Syarif Abdurrahman Al-Idrus, hingga berakhirnya kesultanan Sabamban dari tanah Banjar. Putra kedua adalah Syarif Abubakar.

Dari ketiga istri, putri Kesultanan Banjar, putri Sultan Bugis, dan putri Sultan Bone, menurunkan ; Syarif Mustafa, Syarif Thaha, Syarif Hamid, Syarif Ahmad, Syarif Muhammad, Syarif Umar, Syarif Thohir, Syarif Shalih, Syarif Utsman, dan Syarif Husein.

Jabatan Sultan tak diteruskan oleh putra-putranya sepeninggal Sultan Syarif Ali Al-Idrus. Yang jadi Sultan II Sabamban justru cucu Beliau Sultan Syarif Qasim putra dari Syarif Hasan dari istri pertama yang menetap di Kubu. Jadi sepanjang sejarahnya Kesultanan Sabamban hanya dijabat oleh 2 Sultan. Setelah tak ada lagi Kesultanan Sabamban, anak cucu keturunan Syarif Ali Al-Idrus menyebar ke seluruh tanah Banjar, menyebar ke beberapa pulau di Indonesia, ada pula yang hijrah ke Malaysia dan Filipina hingga saat ini.

Sabamban, yang kini dieja Sebamban, merupakan suatu daerah pemerintahan swapraja yang dikepalai seorang Bumiputera, bagian dari Afdeeling Pasir en de Tanah Boemboe dalam sistem pemerintaham Kolonial Hindia Belanda (Nederland Indisch) dibawah kekuasaan Asisten Residen bernama GH Dahmen yang berkedudukan di Samarinda. (all sources)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s