Wanita yang Telah Melakukan Perzinahan.

Yesus, begitu memasuki biara Solomon, kaum Literati dan Farisi menghadapkan kepadanya seorang perempuan pelacur. Mereka berkata antar sesama mereka : “jika dia (Yesus) menyelematkannya, maka ini berarti menentang hukum Moses, sehingga kita dapat menyalahkan dia, dan jika dia (Yesus) menghukumnya, berarti dia menyalahkan ajarannya sendiri, karena dia selalu mengkhotbahkan rahmat Tuhan.” Oleh karena itulah, mereka datang menghadap Yesus dan berkata : “Guru, kami telah menemukan perempuam pelacur ini. Moses telah memerintahkan kepada manusia yang sedemikian ini dengan hukuman rajam : apa pendapatmu ?

Kemudian Yesus membungkukkan badannya ke permukaan tanah dan dengan jari telunjuknya membuat sebuah cermin di permukaan tanah dimana setiap orang dapat menyaksikan perbuatan-perbuatan maksiatnya. Ketika mereka masih menuntut jawaban, Yesus bangkit berdiri dan, dengan memunjuk ke cermin dengan jarinya, berkata : “Dia yang tanpa dosa diantara kamu hendaknya menjadi orang pertama yang melempari perempuan ini dengan batu.” Dan Yesus membungkukkan badannya untuk kedua kali, membentuk sebuah cermin dengan jarinya.

Orang-orang Farisi yang menyaksikan hal ini, meninggalkan tempat ini satu persatu, dimulai dari yang paling tua, karena mereka merasa malu menyaksikan perbuatan-perbuatan mereka yang menjijikjan (sebagaimana tergambar dalam tayangan di cermin)

Yesus setelah berdiri kembali, dan tidak melihat seorang pun yang tersisa kecuali perempuan pelacur itu, berkata : “Perempuan, dimanakah mereka yang ingin menghukum engkau ?”

Perempuan itu menjawab, sambil menangis : “Mereka telah berlalu pergi ; dan seandainya engkau bersedia memaafkanku, demi Tuhan, aku tidak akan berbuat dosa lagi.”

Kemudian Yesus berkata : “Maha suci Tuhan ! Pergilah kemana engkau suka, dan jangan lagi berbuat dosa, karena Tuhan tidak mengutusku untuk menghukum engkau.”

Selanjutnya kaum Literati dan Farisi sedang berkumpul, Yesus berkata kepada mereka : “Jelaskan kepadaku : jika seorang diantara kamu memiliki seratus domba, dan satu diantara domba itu hilang, apakah engkau akan mencari seekor domba yang hilang ini, dengan meninggalkan sembilan puluh sembilan domba lainnya ? Dan ketika engkau telah menemukan kembali seekor domba yang hilang ini, bukankah engkau akan mengusungnya di pundakmu dan, setelah mengumpulkan tetangga-tetanggamu, berkata : “Marilah bergembira bersamaku, karena aku telah menemukan seekor dombaku yang telah hilang ini ?” Tentu saja, mereka akan melakukan yang demikian ini.

“Sekarang, jelaskan kepadaku, apakah Tuhan kita tidak mencintai manusia, yang demi dia Tuhan telah menciptakan dunia ini ? Demi Tuhan, demikian pula ada kegembiraan dalam kehadiran malaikat-malaikat Tuhan di sekitar seorang pendosa yang melakukan pertobatan ; karena sang pendosa ini telah berhasil mengungkap rahmat Tuhan.”

(Dinukil dari The Gospel of Barnabas)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s