Perusda Tanah Bumbu Abaikan Peluang Besar, Puas dengan Ikan Teri.


Tanah Bumbu merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kotabaru di Kalsel sejak 7 tahun lalu.

Sejak berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu, terdapat beberapa Perusahaan Daerah (Perusda) atau BUMD yang didirikan oleh Pemkab, antara lain Perusda Bersujud, Perusda Baratama Bersujud, dan Perusda Agro Bersujud. Ke-3 Perusda tersebut sejak didirikannya hingga kini belum terlihat hasil yang nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Sedangkan tujuan didirikannya Perusda itu agar dapat memberikan kontribusi atas pendapatan daerah, yang tentu saja dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat.

Sebenarnya sangat banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh Perusda. Hal ini mengingat adanya kegiatan pertambangan batubara dan bijih besi oleh puluhan perusahaan pemegang KP dan PKP2B. Selain itu terdapat pula belasan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet.

Peluang yang sangat memungkinkan tersebut tak dimanfaatkan dengan baik oleh Perusda Tanah Bumbu.

Dengan status dan posisinya sebagai milik Pemkab, Perusda dalam hal ini sebenarnya lebih memiliki kesempatan yang luas dibanding perusahaan milik swasta. Selain ditunjang dengan penyertaan modal dari Pemkab, Perusda dapat disupport oleh Pemkab melalui kebijakan yang dilegitimasi Peraturan Daerah. “Perusda itu cukup menawarkan planning dan prospek usaha ke pihak perbankan untuk mendapatkan modal, atau menawarkannya ke perusahaan besar sebagai mitra,” ungkap seorang pengusaha lokal.

Di bidang perkebunan, ratusan ribu hektar kebun sawit di Tanah Bumbu dikuasai oleh perusahaan swasta. Dengan membuat Peraturan Daerah (Perda), Perusda dapat ikut bermain di sektor ini. “Biarkan saja kebun sawit itu milik perusahaan swasta, tapi Pemkab bikin aturan melalui Perda agar mereka tak boleh membangun pabrik CPO dan dermaga bongkar muat, tapi Pemkab melalui Perusda yang menyediakannya,” pendapat pengusaha lokal lainnya.

Benar, dengan adanya perusahaan perkebunan tersebut, bisa saja Perusda ikut ambil bagian dengan mendirikan pabrik pengolahan CPO, dermaga bongkar muat, dan jalan akses keluar dari perkebunan menuju ke dermaga.

Kemudian, dengan adanya Perda Propinsi Kalsel tentang pelarangan angkutan batubara dan bijih besi melewati jalan umum, ini peluang bagus bagi Perusda lainnya yang bergerak di bidang pertambangan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dan bijih besi diwajibkan membangun underpass agar tak melintasi jalan umum. Semestinya peluang membangun underpass ini ditangkap oleh Perusda dengan membangunkan underpass untuk perusahaan pertambangan.

Dan kemudian Perusda semestinya sejak awal membangun stockpile dan pelabuhan khusus bongkar muat batubara dan bijih besi. Sehingga dengan adanya fasilitas milik Perusda, maka Pemkab setempat pun akan mudah memantau kegiatan pertambangan dan perkebunan.

Namun peluang ini sama sekali tak dilirik oleh Perusda di Tanah Bumbu. Kegiatan yang dilakukan oleh Perusda yang diketahui adalah menjadi broker jual beli batubara dan pengadaan pupuk, yang hasilnya tentu tak maksimal. Sementara peluang pendapatan maksimal justru dimanfaatkan oleh pihak lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s