Perlu membentuk Propinsi KALIMANTAN TENGGARA.

 

 

Gedung DPRD Kabupaten Tanah Bumbu

Ketika berkunjung ke tanah kelahiran saya menjelang pergantian tahun 2008 ke tahun 2009, seorang Tokoh Pendidik, Seniman, Sastrawan, dan Mantan Anggota Legislatif Daerah mengungkapkan keinginan lama. Keinginan tersebut mungkin terdengar naïf di telinga banyak orang. Namun ini merupakan suatu cita-cita jika tak ingin dikatakan idealisme dari masyarakat suatu kawasan di bagian Tenggara Pulau Kalimantan.

Propinsi KALIMANTAN TENGGARA, suatu wacana yang dalam beberapa tahun terakhir sering terdengar disebut meski agak malu-malu keluar dari mulut beberapa Tokoh yang tergerak keinginannya untuk mewujudkan impian para Tokoh Gaek yang kini hanya bisa memberikan support.

Tokoh yang saya temui dan kunjungi di kediamannya itu masih tampak bersemangat mengungkapkan keinginan lama dari beberapa teman se angkatannya. Menurutnya jika terdapat para Tokoh Muda dewasa ini yang berkeinginan untuk mewujudkan terbentuknya Propinsi KALIMANTAN TENGGARA, ia tentu amat gembira dan akan memberikan dukungannya. Salah seorang Kepala Daerah di wilayah ini pun sering memunculkan wacana yang mengarah ke pembentukan Propinsi KALIMANTAN TENGGARA. Wacana Propinsi KALIMANTAN TENGGARA memang sudah ada sejak puluhan tahun silam, bahkan sebelum tercetus pembentukan Propinsi Kalimantan Selatan. Wacana tersebut menurutnya bahkan sempat pula disampaikan kepada Akting Presiden, Mr. Asaat yang menggantikan sementara Presiden R.I,Soekarno. Namun rupanya Pemerintah Pusat pada saat itu lebih menyetujui wilayah Kotabaru, Pegatan, dan Tanah Grogot berada dibawah Pemerintahan Propinsi Kalimantan Selatan.

Seingatnya dulu Kesatuan dan Himpunan Pelajar dari wilayah ini yang berada dan menuntut ilmu di Banjarmasin, menggunakan nama KALIMANTAN TENGGARA. Meski wilayah Tenggara Pulau Kalimantan ini menjadi Kabupaten dibawah Pemerintahan Propinsi Kalimantan Selatan, nama Kabupaten Kotabaru dalam beberapa lama masih identik menyandang embel-embel KALIMANTAN TENGGARA ; Kotabaru Pulau Laut KALIMANTAN TENGGARA.

Gedung DPRD Kabupaten Kotabaru

Memang dalam beberapa hal wilayah yang berada di bagian Tenggara Pulau Kalimantan ini berbeda dengan saudaranya di bagian Selatan. Perbedaan geografis memunculkan perbedaan kultur dan budaya. Bila di bagian Selatan terasa kental dengan nuansa budaya suku Banjar, di bagian Tenggara malah lebih kepada budaya suku Bugis yang telah bercampur dengan budaya beberapa etnis pendatang dari luar Pulau Kalimantan.

Perbedaan bahasa pergaulan sehari-hari pun banyak dijumpai. Wacana dan keinginan membentuk propinsi yang terpisah dari Kalimantan Selatan yang masih dalam kerangka Negara Kesatuan R.I ini adalah amat wajar seperti yang telah dilakukan beberapa kabupaten terdahulu lainnya yang menjadi propinsi baru. Apalagi dengan adanya otonomi daerah, kemudian terdapat beberapa daerah yang memperoleh status daerah istimewa seperti Nanggroe Aceh Darussalam, D.I jogyakarta, dan Papua. Kemudian ditambah keinginan daerah itu sendiri yang ingin mengelola sumber daya alam serta potensii SDM yang besar. Jika menengok ke belakang, wacana Propinsi KALIMANTAN TENGGARA akan bisa diwujudkan jika beberapa daerah kabupaten yang ada sekarang ini saling bahu membahu. Saat ini terdapat beberapa kabupaten yang berada di wilayah Tenggara Pulau Kalimantan antara lain ; KOTABARU berikut pulau-pulaunya serta wilyahnya yang berada di daratan Pulau Kalimantan. Kemudian wilayah Kabupaten TANAH BUMBU yang cukup luas dengan potensi sumber daya alamnya melimpah. Lalu terdapat Kabupaten PASER yang dulunya memang pernah menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kotabaru. Dan yang masih hampir seumur dengan Kabupaten Tanah Bumbu adalah Kabupaten PENAJAM PASER UTARA yang pemekaran dari wilayah Kabupaten Paser. Yang perlu dipikirkan kemungkinannya adalah pembentukan kabupaten pemekaran lain misalnya wilayah Pamukan dan Kelumpang, atau wilayah sebagian Tanah Bumbu dengan Tanah Laut yang berada di bagian Selatan.

Tampaknya wacana dan keinginan tersebut perlu dimunculkan ke permukaan lagi, disosialisasikan ke seluruh elemen masyarakat, sehingga tak hanya sekedar angan-angan. Sudah waktunya para Tokoh dan masyarakat di wilayah bagian Tenggara pulau Kalimantan ini bersatu untuk berjuang hingga nantinya dapat menjadi tuan di rumahnya sendiri, mengelola dan memanfaatkan segala potensi sumber daya alamnya untuk pembangunan dan kemakmuran bersama.

Dan yang tampaknya perlu diperhatikan adalah adanya keinginan Pemerintah Pusat yang akan menghentikan upaya dan usaha daerah untuk melakukan pemekaran wilayah. Hal ini dampak dari insiden yang terjadi di Sumatera Utara beberapa waktu lalu, dimana para penuntut pembentukan Propinsi Tapanuli (Protap) melakukan tindakan anarkisme sehingga menewaskan Ketua DPRD setempat, Abdul Azis Angkat.

Kejadian di Sumatera Utara tersebut seyogiyanya tak dapat diambil sebagai tolok ukur untuk daerah lain. Sebaiknya Pemerintah Pusat justru membuka dan memberi kesempatan seluas-luasnya untuk pembentukan wilayah pemekaran sepanjang memenuhi persyaratan yang telah berlaku. Faktor penting adalah keinginan masyarakat daerah bersangkutan yang betul-betul menghendaki pemekaran.

Ayo bangkit bersama, jangan malu-malu untuk wacana terbentuknya propinsi KALIMANTAN TENGGARA, bersama kita pasti bisa.

 

 

Iklan

20 comments on “Perlu membentuk Propinsi KALIMANTAN TENGGARA.

  1. Saya tokoh muda asli tanah bumbu sangat mendukung dan siap berjuang untuk terbentuknya kalimantan tenggara mengingat wilayah cakupannya sangat kaya dengan SDA nya. Dan masyarakatnya yang kultural. Bravo …… Kita berjuang bersama deminya terwujudnya Kalimantan Tenggara yg sdh lama dicita cita kan oleh tetuha.

  2. Saya sangat setuju dengan di bentuknya kabupaten kotabaru menjadi provinsi kalimantan tenggara karna melihat dari potensi serta sumber kekayaan alam yang dimiliki oleh kabupaten kotabaru,kabupaten tanah bumbu dan tanah gerogot yang sangat mendukung sehingga apabila kotabaru terbentuk menjadi provinsi kalimantan tenggara maka pembangunan dan perkembangan dan kemajuan diwilayah kotabaru akan terus meningkat.”

  3. Saya sangat mendukung, secara geografis kita memang susah untuk bersatu dengan wilayah kal-sel yg lain, selain tanbu tentunya, semua urusan administrasi yg melewati prosedur tingkat propinsi sangat menyita waktu. Blm lagi jalan ke Bjm yg tidak layak, tidak mendapat perhatian dari pemprop. Harusnya kita memang sudah bergerak dari dulu.

    Wacana ini sudah lama saya dengar tapi kok kayaknya gak ada perkembangan sama sekali ya???

  4. Ass,wr,wb

    Jar Orang jawa ojo neko2
    kalo sdh ada niat tinggal dilaksanakan

    Mumpung dananya yang sangat berlimpah ruah
    ayo nah lakasi digawi kada usah banyak pander

    Salam

    Fakhrul
    081332443144 / 085823619261

  5. Reaktualisasi wacana yg bagus, semoga niyat & tujuannyapun bagus… Hubungi Tetuha2 dan semua yg punya perhatian, bentuk panitia… go ahead!

    Pemekaran seperti ini hakikatnya adalah kepentingan sekaligus gagasan Pemerintah Provinsi, dg pertimbangan efisiensi dan efektifitas roda pemerintahan dan pembangunan…

    Maka apabila upaya pemekaran berlangsung nanti, bukanlah bak pasutri yg akan bercerai, melainkan bagai seorang anak yg baru menikah dan dg segala kondisi yg ada selayaknya berpisah rumah dg ortunya utk membangun mahligai sendiri dg pasangannya…

    Mudah-mudahan Allah SwT senantiasa meridhai kita.

  6. ada baiknya seh pemekaran daerah,apalagi untk kalimantan tenggara…tapi kita harus cermati dan telaah benar2 dulu…ari takutnya ini semua hanya kongkalingkong oranga atas saja yang haus akan kekuasan/jabatan…kalau sdh seperti yang ari gambarkan tujuannya,mau dibawa kemana kalimantan tenggara kita ini????

  7. Saya tdk setuju, Kal Sel propinsi terkecil sekalimantan lalu sekarang mau dicaplok Prop.Barito raya & KalTra tega sekali

  8. Anda tak setuju itu urusan Anda. Pulau Kalimantan yg sangat luas hanya terdiri dari 4 propinsi, mesti dibentuk beberapa propinsi baru agar terjadi kompetisi dalam memajukan rakyat dan daerahnya masing2. Dengan luas Kalsel yg nantinya mengecil, ini akan mempermudah mengaturnya.

  9. aminn,,,,,, semoga harapan yang di inginkan dapat di ridhoi oleh allah swt,,,, amin,amim ya robbalalamin………..,, kaltera,,,,,,,,

  10. saya, sangat setuju pembentukkan kalimantan tenggara, karena kuliat selama ini provinsi kal-sel hanya setengah hati mengurusi pembangunan di kab.kotabaru, perkembangan pembangunan kab. kotabaru sangat lambat . maju terus pantang mundur

  11. Sebutan Kalimantan Tenggara itu sudah lebih dulu ada daripada Kalimantan Selatan. Dulunya wilayah Kalimantan Tenggara merupakan Aafdeling dibawah pemerintahan Kolonial Belanda, jadi sangat jelas keberadaannya, bukan ingin membentuk “propinsi Bugis”, etnis keturunan Bugis jauh lebih sedikit daripada urang Banjar.

  12. ketertinggalan dalm pembangunan sarana prasarana buat warga … dan tiadanya pemertaan yg ideal … sy setuju wacana tsb direalisasikan !

  13. Kalsel lebih kecil wilayahnya dari Jawa Timur, kalo dibentuk Kaltra maka wilayah Kalsel semakin menyempit. Menurut saya wilayah Kalimantan memang perlu pemekaran propinsi tapi bukan Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s