Pangkat Rendahan Penghasilan Jenderal.

Mobil Toyota Fortuner berplat nomor polisi B itu berhenti di halaman parkir sebuah mini market di kotaku.
Seorang pria muda lumayan gagah berkaca mata hitam keluar dari mobil menuju masuk ke mini market. Ia sendiri, melangkah gagah tanpa tengok kanan kiri.

Orang-orang di kotaku mengenal pria itu sebagai Siswandi, seorang anggota polisi yang kehidupan ekonominya sudah mapan setara perwira tinggi. Sis, begitu biasa dipanggil oleh rekan maupun kenalannya. Meski baru berpangkat Brigadir Polisi, tapi Sis ini tak kalah gayanya dengan Kapolres. Ia cukup berduit, rumah tergolong mewah, mobilnya 3 unit, sepeda motornya jenis moge ber-cc besar. Banyak yang iri memang dengan kondisi ekonomi yang diluar dari kebiasaan sebagai seorang polisi yang berpangkat tak cukup tinggi.

Tapi itulah kelebihan Sis. Meski pangkatnya tak seberapa, namun ia memiliki banyak koneksi para pengusaha yang tiap saat siap ia bantu jika memerlukan jasanya. Sis, polisi yang supel dan pandai bergaul, serta piawai mengambil hati para orang berduit dan atasannya.

Menurut seorang teman dekatnya, Sis banyak memiliki usaha diluar pekerjaannya sebagai polisi. Ia ikut bisnis tambang, BBM, kebun sawit dan karet, bahkan meminjamkan modalnya kepada yang memerlukan dengan sistem bagi hasil.

Singkatnya Brigadir Siswandi ini benar-benar seorang yang pandai memanfaatkan posisinya. Disamping itu Sis ini merupakan sesorang polisi yang sudah cukup lama bertugas di kotaku, sehingga tak heran bila ia amat mengenal kondisi kota berikut siapa saja penghuninya.

Bisnis yang dilakukan Sis aman-aman saja. Siapa yang berani mengganggu, Sis tak segan-segan membayar dengan duitnya bila ada yang berani mengusik. Apalagi beberapa pengusaha terkenal di kotaku merupakan mitra bisnisnya, yang tiap saat pun bersedia membantu kondisi Sis jika terancam.

Seorang pengusaha tambang yang amat beken di kotaku merupakan salah satu mitra bisnis Sis. Begitupun seorang pengusaha BBM yang memiliki banyak pangkalan, juga berhubungan dengan Sis. Makanya beberapa unit mobil milik Sis yang dijalankan oleh orang lain dengan leluasa membeli BBM dalam jumlah banyak di tiap SPBU. Nah, BBM itu dikumpulkan di suatu tempat penampungan untuk kemudian dijual ke para pengusaha pertambangan dengan harga standar industri. Bayangkan membeli BBM di SPBU dengan harga umum kemudian dijual dengan harga industri, apa tidak cepat berduit (?)

Sudahlah, pokoknya Sis ini rejekinya lagi mujur dan terus meningkat hokinya. Ada beberapa rekannya yang meniru langkah bisnis Sis, tapi mereka tak seberuntung itu. Dan ini tentu saja menjadi saingan Sis dalam berbisnis.
Dalam pikiran Sis, “biar pangkat gue sersan tapi penghasilan jenderal.” Memang tak dapat dipungkiri bila melihat penampilannya bila tak sedang mengenakan pakaian dinas. Paling tidak orang mengira perwira, atau bos salah satu perusahaan tambang. Sis, Sis, hokimu memang bikin iri siapa saja. Tapi ingat, bisnismu itu setengah ilegal, bila ditambah setengah lagi maka jadi ilegal murni, hehehe.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s