Korupsi; Tidak Dapat Kesempatan?


Siang itu aku dan seorang rekan wartawan sedang minum di kantin dekat Mapolres di daerahku. Kantin ini memang untuk para anggota polisi makan dan minum. Namun tak tertutup untuk orang umum yang banyak datang ke Polres.

Di dekat meja kami berkumpul 3 anggota polisi, seorang berpangkat Kompol, satunya berpangkat AKP, dan seorang lagi berpangkat Aipda. Mereka sedang asyik berbincang masalah kendaraan bermotor. Karena jaraknya yang amat dekat dengan meja kami, disamping itu pembicaraan mereka yang cukup keras, tentu saja terdengar di kuping kami. Selain itu diantara mereka memang ada yang kenal dengan kami. Tapi mereka tetap tidak sungkan ngomong seolah kami tak ada di dekat mereka. Kebetulan waktu itu cuma kami ber-5 yang berada di kantin.
Begini percakapan mereka :

-Kompol : “Tolong deh carikan orang yang mau beli mobil. Mobil Honda CRV-ku mau kujual,” katanya ke Aipda.

-Aipda : “Kenapa bang ? Kan mobil itu barusan abang beli ?”

-Kompol : “Aku mau yang lebih besar biar cukup bawa keluarga.”

-Aipda : “Abang pingin beli mobil jenis apa ?”

-Kompol : “Aku pinginnya sih Toyota Fortuner, berapa ya harganya ?”

Si Aipda yang hari itu datang mengendarai mobil merk Jeep Wrangler, menelpon seseorang yang katanya temannya pedagang mobil. Beberapa saat kemudian :

-Aipda : “Toyota Fortuner harganya menurut temanku lebih dari Rp. 400 juta.”

-Kompol : “Nggak masalah, jika Honda CRV-ku laku, tidak begitu banyak tambahannya.”

Temannya yang berpangkat AKP, yang sedari tadi masih asyik menyuap nasi ikut bicara :

-AKP : “Tolong deh tanyakan ke temanmu berapa harganya Toyota Land Cruisher Turbo.”

-Aipda : “Mau jenis keluaran dulu, apa keluaran yang terbaru ?”

-AKP : “Tanya keluaran terbaru. Aku juga mau ganti mobil Toyota Innova-ku.”

Pembicaraan mereka selanjutnya kami tak tahu lagi. Kami memutuskan keluar kantin karena tak tahan dengar pembicaraan mereka yang bukan ukuran orang seperti kami.
Aku sendiri sebenarnya merasa geram dan dongkol dalam hati. Anggota polisi yang masih berpangkat Bintara Tinggi, pakaiannya sudah mobil yang berharga ratusan juta rupiah, dapat uang banyak dari mana ? Hebat, gimana seandainya yang berbincang barusan itu adalah mereka yang berpangkat Perwira Tinggi (?)

Rekanku menggumam, “mikir tunggakan kredit sepeda motor tiap bulan aja kita bingung, eh mereka ngomong mau ganti mobil mewah.”
Yah, begitulah Indonesia, mau diapakan lagi bila dari atas ke bawah para aparatnya kebanyakan seperti itu, memanfaatkan pangkat dan jabatan untuk menumpuk materi.
Dan kami, saya tentunya, bukan iri, tapi tidak dapat kesempatan seperti mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s