Character Assasination, Pembunuhan Berencana.

“Kamu itu masih keturunan PKI !” Makian sekaligus umpatan dan tuduhan itu kini tak lagi efektif. Anak bangsa ini sudah paham dan mengerti sejarah yang sedikit demi sedikit menguak kebenarannya.

3 huruf kapital yang menjadi akronim Partai Komunis Indonesia itu, bila dikaitkan dengan seseorang ataupun lebih, sanggup memupuskan masa depan. Itu dulu di era Orba, masa-masa penuh defensif dan represif.

Dulu semasa masih SMA, saya pernah ditanya seseorang dari Koramil setempat, apakah saya tahu dan kenal PKI, jawab saya tidak tahu apalagi kenal. Bagaimana saya bisa tahu dan kenal yang namanya PKI, sedangkan saya lahir 3 tahun setelah parpol itu dicatat sejarah sebagai pelaku makar.
Pertanyaan berikutnya saya pikir pertanyaan yang goblok bila dijawab, sejauh mana anda mengetahui PKI ?

“Apakah PKI itu kejam ?” Jawaban saya juga tidak tahu. Yang kejam itu menurut saya adalah para penulis dan ahli sejarah yang tak jujur, sehingga sejarah itu menjadi semacam Pembunuh Karakter (character assasin) bagi sekian banyak orang yang tak berdosa (innocent).

Untunglah masa-masa itu sudah berlalu. Kata “PKI” tak lagi efektif untuk membunuh karakter seseorang. Andai saja masih efektif, maka akan banyak tudingan dialamatkan ke para Caleg, Cabup, Cagub, bahkan Capres.
Kini para Character Assasin itu mencari pola baru dengan bermain pada isu SARA ; suku, etnis, asal usul, dan agama. Seorang calon pemimpin yang dituduh pro kepada minoritas, dapat merusak citranya di mata publik mayoritas. Asal usul nenek moyang yang bukan asli pribumi setempat, bisa jadi sandungan.
Kita belum terbiasa menyebut diri kita dengan “I’m Indonesian”, tapi kita akan selalu bertanya “kamu asli mana”, “suku kamu apa”, atau “kamu orang mana”. Berbeda tentu dengan seorang Afro-Amerika yang berkulit gelap yang dengan bangga menyebut “I’m American”.

Sudahlah, catatan ini bukan saya maksudkan untuk sebuah perdebatan, cuma sekedar unek-unek saya saja. Karena saya seringkali bingung menjawab manakala ditanya “kamu orang asli mana”, bila saya jawab saya orang Indonesia pun, jawabannya pasti tak memuaskan si penanya, dan pertanyaan selanjutnya tentu akan menyusul.
Perihal pembunuhan karakter, ini sudah masuk pada tahap pembunuhan berencana, karena mana dirancang secara sistematis. Waspadalah, boleh jadi tetangga anda punya niat membunuh karakter anda secara perlahan karena anda dianggap saingan untuk merebut kursi Ketua RT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s