Para Kuli Mangsi mengejar sejahtera.

 

Keberadaan para Kuli Mangsi di Rempah Bumi cukup banyak jika dibandingkan di Kadipaten lain. Rempah Bumi ibarat kue legit yang dikelilingi oleh semut berbagai jenis. Begitulah gambaran keadaan Rempah Bumi dengan para Kuli Mangsi.

Memang kehidupan para Kuli Mangsi dapat dibilang lumayan. Jika saja mau menginjakkan kaki di tanah, paling tidak bisa dapat hasil 2 bakul beras berikut lauknya. Terkecuali mereka yang memang malas sehingga ketemu angin dan asap saja.

 

Ada-ada saja yang bisa mengisi pundi para Kuli Mangsi. Dari cuma datang sekedar sowan karena lama tak ketemu, sampai datang sambil gertak-gertak seraya melakukan peremasan (asal tidak pemerasan).

Namun dari sekian Kuli Mangsi banyak pula yang cuma bermodal selembar pataka lontar yang digantungkan di leher kesana kemari, tapi gelaran pewartaannya tidak jelas. Makanya ada saja suara berirama agak sumbang keluar dari mulut para kawula. Pekerjaan sebagai Kuli Mangsi mereka nilai hanya sebagai wahana mengumpulkan fulus secara gampang tanpa makna dan tujuan jelas.

 

Saking banyaknya Kuli Mangsi di Rempah Bumi, tingkah polahnya pun berbeda-beda. Ada yang bersikap seperti bebek, acuh tak acuh dengan keadaan. Menyerang bila terganggu seperti tawon. Atau seruduk kesana kemari seperti banteng ketaton. Ada lagi bergaya bak nyamuk, sehabis mengisap darah terbang lagi mencari mangsa baru yang lebih gemuk dan manis darahnya. Bahkan terdapat diantaranya Kuli Mangsi yang berlagak bak Punggawa Kadipaten untuk mengelabui kawula yang awam terhadap keberadaan para Kuli Mangsi. Ada-ada saja tingkah polah para Kuli Mangsi yang mewarnai perjalanan Kadipaten Rempah Bumi yang baru berumur belum 2 kali umur jagung itu.

 

Sebagai kadipaten baru, Rempah Bumi merasa perlu menjalin perkawanan dengan para Kuli Mangsi. Kepunggawaan Uar-uar yang mengurus para Kuli Mangsi ini setiap bulan selalu merogoh pundi-pundinya sebagai bukti perkawanan. Jumlahnya lumayan dari mulai selusin bakul beras menjadi 2 lusin bakul.

Jika menilik kehidupan para Kuli Mangsi di Kadipaten Rempah Bumi, patutlah dikatakan lumayan ketimbang di kadipaten tetangga misalnya di Nusa Segara yang para Kuli Mangsinya cuma bisa bengong dan mengemut telunjuk tiap bulannya karena tak dapat bantuan apapun. Padahal di Nusa Segara yang bekas kadipaten induk itu keberadaan Kuli Mangsi hanya beberapa gelintir tak sampai habis hitungan kedua telapak jari tangan. Namun rupanya Pemerintahan di Kadipaten yang terkenal dengan lagunya “Paris Barantai” itu tak mau ambil peduli dengan keberadaan kehidupan para Kuli Mangsi. Keadaan seperti ini sama dengan yang diberlakukan oleh Kadipaten lainnya yaitu Bumi Segara yang berbatasan dengan ibukota Karesidenan.

 

Para Kuli Mangsi yang berada di Rempah Bumi kiranya mesti bersyukur dengan perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kadipaten melalui Kepunggawaan Uar-uar. Tapi ada saja Kuli Mangsi yang meski sudah cukup dapat banyak perhatian dan kemudahan namun masih saja tetap merongrong, dan yang amat keterlaluan malah membuat pewartaan buruk terhadap Pemerintahan Kadipaten. Istilahnya air susu dibalas air ketuban. Kebanyakan para Kuli Mangsi juga lebih mementingkan keperluan dirinya ketimbang tugas-tugasnya sebagai Pewarta. Akhir bulan selalu jadi ingatan untuk mengambil jatah di Bagian Pundi Kepunggawaan Uar-uar. Sedangkan urusan pewartaan kebanyakan Kuli Mangsi mengabaikannya. Mereka menganggap sudah sepantasnya Pemerintah Kadipaten memberi jatah per bulan kepada mereka meskipun keberadaan beberapa Kuli Mangsi hanya sepertinya main-main. Kesana kemari mengaku sebagai Kuli Mangsi sambil memperlihatkan Pataka Pewarta, padahal lembaran pewartaannya tak pernah sekali pun muncul. Atau ada pula yang lembaran pewartanya muncul sesuka hati sesuai keinginan Kuli Mangsi yang bersangkutan. Macam-macam, ada lembaran pewarta yang dimunculkan jika akan ada hari-hari atau pesta besar kawula digelar. Yang keterlaluan, dapat dikatakan tak tahu diri, boleh juga lupa diri, adalah lembaran pewarta yang hanya muncul sewarsa sekali, atau mungkin saja tiap panca warsa seperti pelaksanaan Pemilihan Raya Wali Kawula.   

 

Iklan

One comment on “Para Kuli Mangsi mengejar sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s