LOMBA BEREBUT KURSI.

Sudah hampir 6 purnama ini rakyat Kabupaten Bentala Wana jarang melihat para Pejabatnya tampil di depan umum. Bunyi siulan panjang mobil pengawal Bupati Janaka Antakusuma pun sulit terdengar seperti beberapa tahun yang lalu.

Maklum Bupati Janaka Antakusuma yang lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Tabib itu, sedang sibuk mempersiapkan dirinya untuk meraih kursi Gubernur Propinsi Kalimaya. Ia sedang gencar-gencarnya sosialisasi dan pencitraan ke seantero wilayah propinsi ; lobi sana nego sini, sehingga dalam seminggu ia lebih banyak diluar daerah.

Adapun Wakil Bupati, Andhika Haryasena tak mau ketinggalan. Pejabat yang suka berburu hewan liar itu pun kegiatannya sama dengan koleganya itu. Tapi Wabup ini mengincar kursi Bupati di Kabupaten Sabrang Nusa, kabupaten tetangga.

Sementara itu Sekretaris Kabupaten Bentala Wana, Juladri Gunadiri terdengar infonya juga sedang mempersiapkan diri untuk ikut kompetisi pemilihan jabatan Walikota di Bantarasin.
Agaknya langkah para Pejabat teras itu diikuti oleh para Pejabat di bawahnya. Beberapa Pejabat diketahui sedang sibuk berbenah untuk menggantikan kedudukan Bupati Janaka Antakusuma yang tersisa sekitar 4 purnama.

Kondisi para Pejabat di lingkungan eksekutif itu pun diikuti oleh beberapa Pejabat di lingkaran legislatif. Ketua DPRD, Bhirawasuta sudah pasti ditetapkan sebagai Calon Bupati Bentala Wana oleh Partai Pohon Tegak. Begitupun beberapa anggota DPRD lainnya tak ketinggalan mengikuti jejak Ketuanya sebagai pesaing.

Maka tak heran bila melihat suasana perkantoran Pemkab & DPRD Bentala Wana yang sepi dari para Pejabatnya.
Rakyat yang datang ingin memperoleh pelayanan, tak jarang pulang dengan rasa kecewa karena mesti menunggu para Pejabat yang bersangkutan.

Sementara para Pejabat disibukkan oleh kepentingan mereka, rakyat mendapatkan pelayanan yang kurang memadai dari beberapa bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak ; listrik sering kali padam, air ledeng mampet, layanan kesehatan kurang terpenuhi, & sebagainya, & lain-lain.
Saking disibukkan oleh urusannya masing-masing, sehingga tatkala wabah penyakit selesma unggas melanda warga di wilayah Kecamatan Kali Tasik, para Pejabat itu tak ada yang peduli. Belum lagi warga di kecamatan itu yang tiap saat menghirup debu dari kegiatan watuagni.
Tak cuma itu, di lingkungan Pemkab sendiri terendus info akan banyaknya gaji para Amteenar yang belum dibayar selama beberapa purnama. Jumlahnya pun tak main-main banyaknya lebih dari 40 karung goni beras. (Bersambung…..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s