Belanja maya rugikan kawula.

 

Kepunggawaan Adhyaksa Kadipaten Rempah Bumi akhirnya unjuk taring juga. Selama sekian warsa sejak berdiri dan berkiprahnya di Rempah Bumi, Adhyaksa seolah jadi macan kertas yang jika mengaum pun tak membuat takut para penghuni belantara lainnya.

Rupanya Punggawa Pratama Adhyaksa yang baru melihat perlunya unjuk gigi depan dan taring agar kawula yakin kalau mereka sebenarnya masih hidup, tidak mati suri atau tertidur panjang.

 

Yang jadi sasaran perburuan adalah Kepunggawaan Pengendali dan Pengawasan Limbah. Di Kepunggawaan ini seorang yang bekerja sebagai pemegang pundi dan kotak fulus jadi Terduga telah menilep lebih dari 900 mangkuk perak. Menurut sebuah pewarta, Sang Bendara pemegang pundi tersebut diduga mengeluarkan banyak fulus namun yang dibeli untuk kepentingan kawula tidak ada barangnya alias pembelian maya. Fulus kawula Kadipaten Rempah Bumi seolah dibelenjakan, tapi masuk pundi dan kocek pribadi Sang Bendara yang dimana saja selalu mengurusi fulus banyak. Konon kabarnya Abdi Dalem Kepunggawaan Pengendali dan Pengawasan Limbah tersebut telah diperiksa oleh Adhykasa, berikut beberapa orang yang disangka ikut mengetahui permasalahan, termasuk Punggawa Pratamanya yang bermata sipit laksana kawula dari Negeri Ginseng.

 

Sasaran Adhyaksa lainnya merupakan Abdi Dalem di Kepunggawaan Kerani Kadipaten. Bagian ini adalah ibarat dapurnya kadipaten, dimana tiap sesuatu terkait dengan kepentingan kadipaten akan dibumbui dan dimasak disini. Ternyata salah seorang Juru Masak yang Abdi Dalem di Kepunggawaan Kerani ini diusut juga lantaran disangka menilep banyak fulus senilai ratusan mangkuk perak. Pasalnya ia pun disangka sama seperti sohibnya di Kepunggawaan Pengendalian dan Pengawasan Limbah. Sama-sama memakai fulus membeli barang maya tak kasat mata.

Urusan tilep menilep pundi dan kotak fulus hak para kawula dengan cara membeli barang maya tak kasat mata ini, sudah terbilang kuno. Namun cara seperti ini tergolong aman dan nyaman, yang penting bisa main mata dan berkait kelingking dengan Punggawa Pratama. Biasanya akan menjadi ketahuan jika si Abde Dalem yang merupakan bawahan tak bagi-bagi hasil tilep menilep kepada Punggawa Pratama yang adalah Atasannya. Atau bisa juga karena Punggawa Pratama dapat bagian mangkuk yang lebih sedikit.

(Jika terdapat kemiripan dan kesamaan setting tempat, nama dan karakter pada cerita di atas, harap jangan tersinggung apalagi dendam)  

 

 

 

 

  

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s