Pret, Perhiasan Itu Bukan Milik Pribadi


Saya sempat kaget mendengar berita dari beberapa stasiun telepisi yang menyebut adanya kehilangan barang berharga didalam tas bagasi di Bandara Soetta Banten. Dan jumlah kerugian dari kehilangan barang berupa perhiasan berharga dan jam mahal merk Rolex itu ditaksir senilai sekitar Rp 16 milyar. Belakangan informasi dari beberapa media justru senilai Rp 20 milyar.

Yang tak kurang kagetnya adalah barang-barang berharga tersebut dibawa oleh istri dari seorang perwira polisi yang bertugas di Polda Kalimantan Barat.
Hebat benar saya pikir perwira tersebut yang menurut pemberitaan media bernama AKBP Idha Endi Prasetyono, Kasubdit III Dirnarkoba Polda Kalimantan Barat.

Pemberitaan di media pun kemudian direspons dan dibantah oleh pihak Mabes Polri. “Itu istrinya yang bawa perhiasan milik keluarga istri. Jadi bukan milik perwira di Polda Kalbar itu,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie kepada detikcom, Minggu (5/1/2014).

Dan nilai perhiasan tersebut dikatakan hanya senilai Rp 500 juta, dan milik keluarga sang istri pula, yang akan digunakan untuk pernikahan adik sang istri.
AKBP Idha Endi Prasetyono sebelumnya mengakui perhiasan itu milik pribadi. Dia menyebut nilai perhiasan tersebut Rp 500 juta.

“Tolong diluruskan ya, nilai perhiasan itu tidak sampai Rp 20 milliar, hanya mencapai Rp 500 juta saja berupa emas,” ujar Prastyono.

Rasanya saya mau muntah saja membaca berita sanggahan tersebut. Bukan saya negative thinking. Namun jika melihat kehidupan para oknum kepolisian di daerah saya, maka saya sulit sekali percaya kalau barang-barang berharga tersebut bukan milik pribadi.

Di daerah saya di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, anggota polisi yang berpangkat Bintara Tinggi saja ada yang memiliki mobil pribadi merk Jeep Rubicorn dan punya motor gede (Moge) bermerk Ducati, disamping rumah pribadi yang lumayan besar dan bagus. Beberapa anggota lainnya yang berpangkat tergolong tinggi di lingkungan Polres; ada yang pakai Toyota Fortuner, Toyota Land Cruiser Turbo, Mitsubishi Pajero Sport, Honda CRV, kalau sekelas Toyota Avanza dan Honda Jazz sudah pasaran. Jika tak percaya silakan datang ke daerah saya, nanti saya tunjukkan siapa saja mereka itu.

Anggapan terhadap para pejabat di Kepolisian enak cari duit, agaknya tak bisa dengan mudah ditepis begitu saja dari kebanyakan orang di negeri ini. Apalagi yang bertugas di Polda yang berada di Kalimantan, mau di Polda mana saja di pulau terbesar ketiga di dunia ini; sama enaknya untuk mengumpulkan duit (jika mau, tapi mustahil menolak).

Saya kira dengan adanya kejadian di Bandara Soetta tersebut, KPK mesti bereaksi untuk menelisik kebenaran dari bantahan yang dilakukan oleh pihak Mabes Polri itu terkait anggotanya. KPK jangan mudah begitu saja percaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s