Perbudakan Tak Cuma Di Tangerang


Wajah pria separuh baya itu tampak meringis dan mengeras setelah mendengar seruan istrinya. “Jangan pulang ke rumah sekalian kalau hari ini tak bawa uang,” lantang suara istri pria itu barusan sesaat ia akan turun dari rumah.

Langkah gontai pria itu diiringi oleh tatapan mata istrinya yang tajam setajam mata elang.

Perbudakan masih eksis.

Praktik perbudakan oleh sesama manusia tampaknya tak pernah berakhir dari masa ke masa. Kalau di jaman dulu praktik tersebut tampak sangat vulgar, dimana manusia yang menjadi budak diperlakukan oleh tuannya tak ubahnya seperti hewan piaraan; kerbau, kuda, keledai, ataupun onta.
Di masa kini praktik perbudakan mengambil perannya secara samar-samar. Contohnya adalah ilustrasi seperti di awal tulisan ini, yang mana seorang istri yang sama saja dengan mempraktikkan perbudakan terhadap suaminya sendiri.

Istri yang memaksakan tiap kehendaknya terhadap suaminya dengan berbagai ancaman, dapat saja digolongkan semacam praktik perbudakan. Dan sebaliknya kemungkinan besar sangat banyak para suami yang juga tanpa sadar telah melakukan praktik perbudakan terhadap istri mereka. Misalkan saja suami yang memaksa istrinya bekerja mencari nafkah atau uang, sementara sang suami menganggur (sengaja) menanti hasil dari pekerjaan istrinya tanpa mau tahu apapun pekerjaan sang istri. Tak menutup kemungkinan sang istri menjual diri dan kehormatannya demi mendapatkan uang untuk memenuhi keinginan suaminya.

Perbudakan dalam bentuk lain.

Bicara perbudakan lainnya, kiranya tak cuma manusia memperbudak manusia. Bisa saja manusia memperbudak makhluk lain, yang jelas memperpudak hewan peliharaan. Sebaliknya manusia dapat juga diperbudak oleh makhluk lain; diperbudak oleh jin maupun setan (silakan tanya ke paranormal).
Yang jelas tak sedikit manusia yang diperbudak oleh nafsunya sendiri, diperbudak oleh materi; uang dan jabatan. Ini tentu berbeda dengan perbudakan yang dilakukan oleh seorang pengusaha peralatan rumah tangga di Tangerang yang beritanya sedang santer di banyak media massa.
Praktik perbudakan kembali mencuat ke permukaan setelah kejadian di Tangerang. Namun sesungguhnya perbudakan itu terjadi setiap saat di berbagai tempat di muka bumi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s