Plagiat Masih Banyak Dilakukan


Plagiat adalah suatu tindakan meniru atau menjiplak hasil karya orang lain berupa apa saja. Pelaku plagiat disebut Plagiator, atau Penjiplak.

Istilah ini lebih dikenal di kalangan profesi yang terkait tulis menulis, atau lazimnya karya yang mengandalkan dan berasal dari intelektualisme.

Tindakan plagiat tampaknya masih banyak dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan ; apakah menjiplak tulisan, berita, atau berupa foto maupun video, yang istilahnya adalah copas (copy paste).

Meniru hasil karya intelektual orang menunjukkan ketidak mampuan seseorang dalam menghasilkan sebuah karya, tindakan ini adalah tidakan yang sangat tidak terpuji, dan dapat dikategorikan tindakan kriminal.

Para Plagiator biasanya menjiplak baik seluruh isi maupun sebagian isi tulisan orang lain dengan cara merubahnya di beberapa bagian, ada pula yang hanya merubah judul tulisannya saja. Namun ada pula yang mengutip tulisan beberapa penulis lain dengan menyebutkan sumbernya secara lengkap, atau sebagai referensi tulisan yang ia buat, ini tidak bisa disa disebut sebagai karya plagiat.

Yang dimaksud dengan plagiat disini adalah mengakui hasil karya tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya atau malah menyembunyikan penulisnya.

Contoh yang rawan plagiat adalah berita rilis (release news) yang dikeluarkan oleh bagian humas suatu instansi atau lembaga. Umumnya di instansi pemerintahan maupun perusahaan besar sering membuat berita rilis atas kegiatan yang mereka lakukan. Dan berita rilis ini dimaksudkan agar lebih mudah bila ingin mempublikasikannya melalui media massa terutama media cetak.

Tak jarang wartawan yang menerima berita rilis yang sudah siap terbit ini dengan begitu saja mengakui seolah berita dari Humas itu adalah karyanya, sehingga pada bagian akhir berita si wartawan menempatkan nama atau initial namanya.

Namun banyak pula wartawan yang dengan jujur bertindak profesional dengan memberikan apresiasi terhadap hasil karya tulis orang lain itu dengan mencantumkan initial seperti “Humas”, “Rel”, atau “Relhum”, atau karena berita rilis tersebut telah mengalami proses pengeditan, sehingga ia mencantumkan pula namanya bersama initial Humas maupun pembuat berita rilis.

Iklan
By borneOrigin Posted in OPINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s