“Ijazah Penting, Menguasai Ilmu Teramat Penting”


Sebut saja namanya Sukma. Ia menduduki posisi sebagai Supervisor Quality Control di sebuah perusahaan tambang batubara yang cukup besar dan punya nama di Kalimantan.

Sukma sudah bekerja sejak perusahaan di bidang pertambangan itu mulai melakukan survey dan eksplorasi menjelang akhir tahun 1980-an.

Siapa yang menyangka seorang Sukma yang hanya drop out SMP Kelas 1 (lulusan SD) itu bisa menduduki posisi sangat bagus dan strategis di perusahaan yang juga memperkerjakan tenaga kerja asing itu. Padahal posisi Sukma tersebut paling tidak dijabat oleh seorang lulusan Strata Satu bidang teknik.

Menurut Sukma yang berasal dari etnis Bugis ini, ia memutuskan berhenti sekolah dari SMP di sebuah kampung di bagian tenggara pula Kalimantan. Mencoba mengadu nasib dengan melamar ke perusahaan yang saat itu sedang banyak memerlukan tenaga kerja non skill.

Alhasil ia diterima sebagai tenaga kerja kasar sebagai tukang tebas dan rintis semak belukar di lokasi yang akan dijadikan pertambangan. Pekerjaan ini ia jalani lebih dari 2 tahun sebelum kemudian dipindahkan sebagai tenaga penjaga dan pengisian air untuk truk tangki penyiram jalan di perusahaan itu. Pekerjaan inipun ia lakoni cukup lama hingga akhirnya ia dipindahkan ke Bagian Quality Control sebagai tenaga pengambil sampel batubara untuk keperluan penelitian di laboratorium perusahaan.

Di Bagian Quality Control inilah Sukma mempelajari seluk beluk dan ilmu mengenai batubara. Berkat kamauannya yang keras dan ulet serta disiplin tinggi, pihak perusahaan kemudian memberinya kesempatan untuk meningkatkan pengetahuannya ke beberapa lembaga di pulau Jawa, bahkan ke Australia.

Seiring dengan makin meningkatnya pengetahuan Sukma terkait bidang pekerjaannya, ia pun meningkatkan pengetahuannya dalam berbahasa. Karena sudah menjadi kebiasaan di perusahaan tempatnya bekerja itu para karyawan sering berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Pelan tapi pasti perusahaan pun menaikkan jenjang posisi Sukma menjadi Leadhand, Foreman, hingga ke Supervisor.

Sukma yang cuma lulusan SD, seorang Supervisor yang membawahi para anak buah semua tingkat pendidikannya diatas Bos-nya, tak kurang terdapat pula para lulusan sarjana yang menjadi bawahan Sukma, sungguh luar biasa.

Ini cerita mengenai seorang Sukma yang sangat beruntung meski sempat mengenyam pendidikan formal seadanya. “Kesempatan saya untuk sekolah sudah tersita dengan bekerja. Maka di tempat kerja lah saya jadikan tempat menuntut ilmu dan meningkatkan pengetahuan. Menurut pendapat banyak orang, ijazah sangat lah penting, namun bagi saya menguasai ilmu itulah yang teramat penting,” ungkap Sukma.

(Terinspirasi seorang teman lama yang sukses dalam keterbatasan pendidikan)

Iklan
By borneOrigin Posted in OPINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s