Istriku Itu Bernama Blackberry.



Dulu ketika aku pertama kali dengar dan kemudian lihat ada yang menggunakan ponsel Blackberry (BB), aku pikir biasa-biasa saja. Paling-paling menurut perkiraanku tak lebih kurang sama seperti ponsel lainnya. Aku tak tertarik untuk menggunakan BB apalagi cuma sekedar ikut trend supaya dibilang berkelas.

Lama-lama rasa penasaranku jadi terusik juga. Aku pun sibuk mencari berbagai brosur dan panduan terkait ponsel yang katanya canggih itu. Dari data-data yang kuperoleh dan kubaca itu, aku memutuskan untuk membeli BB yang harganya sesuai kemampuan kocekku.
Untuk sebagai bahan perbandingan, kala aku tetap menggunakan ponsel lamaku, sebuah ponsel tipe high end produk terbaru dari merk terkenal.
Dalam melakukan perbandingan aku pun menggunakan PC dan notebook, mencari kelebihan serta kekurangan masing-masing perangkat tersebut.

Setelah sekian lama membandingkan, aku menyimpulkan BB memang memiliki keunggulan tersendiri, berada diantara fungsi perangkat PC dan notebook serta ponsel konvensional. Apalagi BB didukung oleh jaringan nirkabel dari berbagai operator seluler yang memudahkan penggunanya untuk berselancar di dunia maya. Keunggulan BB dibanding ponsel lain, kukira tak perlu disebutkan satu per satu, para penggunanya sudah tahu itu.

Singkatnya aku jatuh hati terhadap BB yang mampu meringankan bawaan alat kerjaku. Sebelumnya setiap kali pergi kerja ku selalu membawa ransel dengan isi didalamnya berupa perangkat notebook, camcorder dan kamera digital yang kesemuanya lengkap dengan chargernya masing-masing. Ranselku menjadi berat dengan keberadaan perangkat tersebut, ditambah isi keperluanku lainnya.
Dengan BB kini ku tak perlu bawa-bawa ransel kemana-mana, cukup bawa chargernya yang kumasukkan ke bawah jok sepeda motor.

Aku menjadi nyaman dan terbantu dengan keberadaan BB. Menulis bahan maupun data untuk disampaikan ke redaksi blogsite pemberitaan lokal yang kukelola bersama teman-teman. Begitupun untuk pengambilan gambar (foto pasif), atau foto bergerak (video).
Aku benar-benar jatuh hati terhadap BB, dan selalu tak mau ketinggalan mencari informasi terbaru terkait BB ini. Bagiku BB sudah menjadi semacam isteri pertamaku, karena saat terbangun dari tidur, BB lah benda pertama yang kucari dan kupegang.
Aku selalu berusaha agar BB yang kupakai tidak menimbulkan masalah saat sedang menggunakannya, misalnya kehabisan setrum baterei. Aku tak ingin panik ketika sedang pakai BB dengan lowbat sementara listrik juga sedang mati (blackout). BB, untungnya kau tak membuat istriku cemburu, karena istriku pun menggunakanmu sebagai suaminya selain aku.

Iklan
By borneOrigin Posted in OPINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s