REPOT, GITU AJA KOK REPOT !


Seorang teman saya selalu menghindar pulang ke rumah hingga mulutnya hilang dari bau minuman keras. Makanya ia selalu lebih memilih menggunakan psiktotropika untuk keperluan “dugem”, karena jika pulang ke rumah tak tercium oleh isteri tercinta.

Itulah salah satu contoh kenapa orang memilih menggunakan psikotropika.
Ada pula yang beralasan, minuman keras (khamar) itu jelas-jelas diharamkan oleh agama (islam). Tapi jika mengkonsumsi narkoba ; sabu atau ineks tidak termasuk haram. Jadinya lebih memilih mengkonsumsi narkoba meski bila tertangkap berisiko diganjar hukuman berat. Dan tak heran bila pengkonsumsi narkoba itu ada yang sudah bertitel “haji” beberapa kali menginjakkan kakinya ke tanah “haram”.

Percuma saja kita mendebat mereka yang sudah kecanduan dan keracunan psikotropika. Mereka tetap pada pendapat benda itu tak termasuk diharamkan oleh agama.
Akhir-akhir ini di tempatku masih belum hilang dari perbincangan, seorang Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu ditangkap polisi ketika sedang nyabu di sebuah hotel di Banjarmasin. Orang-orang pun banyak terperangah, seolah tak percaya. Aku cuma diam saja mendengar berbagai ungkapan orang-orang yang memperbincangkan masalah Wakil Ketua DPRD itu. Aku diam bukan karena aku tak ada pendapat dan komentar, apalagi tak mengetahui hal ihwal terkait kehidupan oknum anggota DPRD itu. Aku diam karena aku telah habis pikir, kenapa di saat-saat kondisi dimana ia sedang di atas karier dan keberuntungan, namun melakukan perbuatan yang lebih bodoh dan dungu bak seekor keledai.

Sayang, sungguh disayangkan. Terpikir olehku kenapa oknum itu tak ikut kelompokku yang lebih memilih menenggak bir saja bila untuk keperluan dugem, di tepi jalan, atau di warung remang-remang (?) Malu ? Mungkin itulah jawaban yang apologis.
Tapi apakah tidak lebih malu dan kehilangan segalanya termasuk karier dan harga diri setelah dicokok polisi, dan dipenjara sekian tahun ?

Ah, itu cuma pikiranku saja yang sama tak baiknya di mata orang-orang moralis sejati.
Aku mungkin tak lebih baik dari siapapun, tapi aku terlalu jujur di depan umum memperlihatkan diri menenggak Miras. Aku dan teman-temanku mungkin masih menjadi peninggalan atau warisan jaman jahiliyah yang akan terus regenerasi, atau mungkin justru jaman ini masih tak beranjak dari sifat-sifat jahiliyah. Ternyata aku melantur dan meracau sendiri membuat pembenaran atas perilaku yang jelas-jelas salah dari kaidah umum dan agama.

Kita selalu terlambat, atau memang sengaja menunggu giliran paling belakang (?) Saya pernah membaca, ecstacy atau lebih keren dengan nama inex, ditemukan sekitar tahun 1889 oleh laboratorium farmasi Merck di Jerman. Obat temuan ini sedianya diperuntukkan untuk doping kuda pacu. Beberapa waktu kemudian dibawa keluar Jerman, tepatnya ke negeri Belanda. Di negeri kincir angin ini ternyata Joki lebih memerlukan untuk dirinya sendiri disamping kuda tunggangannya. Jadilah Joki dan kuda sama-sama “on” atau trance alias “kasubalahan” kata orang Banjar. Selanjutnya dan seterusnya anda tahu sendiri, barang yang bisa bikin orang “miang” dan “kegatalan” itu sampai ke tempat kita.

Pada dekade 1980-an di negeri Paman Sam, ramai anak-anak sekolah mengisap “crack” sejenis senyawa kimia yang bisa bikin orang terasa berada di alam lain jika sehabis mengisapnya. Ternyata 2 dekade kemudian muncul benda sejenis itu di tempat kita dengan nama masakan Jepang, Shabu-shabu.
Dasar aku ini ketinggalan jaman, kupikir orang-orang kita mulai keranjingan makan masakan Jepang. Owalah Gusti, mereka bergiliran mengisap benda yang kemudian aku baru tahu itu bernama “Metamphitamine Nitrochloride”, weleh, weleh, seronoknye bergiliran pria dan wanita.

Sudahlah, itu urusan mereka, urusanku saja masih banyak yang belum kubereskan. Biarlah mereka diurus oleh para polisi. Tapi bila anggota polisi juga ada yang keranjingan benda itu, lalu yang ngurus mereka siapa, ya ? Repot, tidak repot andai Gus Dur masih hidup, gitu aja kok repot !

Iklan
By borneOrigin Posted in FIKSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s