Rasul Allah Muhammad SAW Tak Memiliki Penerus Keturunan (Ditinjau dari sistem Patrilineal).


Pada suatu kesempatan bertamu ke rumah seorang teman, disana sudah lebih dulu ada tamu yang berpotongan seperti etnis dari Timur Tengah.

Teman saya begitu intens mendengar pembicaraan tamunya tersebut yang menurut saya lebih kepada ceramah atau semacam tausiyah. Saya pun jadi ikutan menjadi pendengar yang baik daripada ikut nimbrung pembicaraan namun nantinya malah menjadi semacam diskusi yang tak berimbang.

Menurut orang itu, hanya mereka yang ada keterkaitan keturunan dengan Rasul Allah Muhammad SAW (juriyat) yang mampu menghafal Al Qur’an yang menjadi Kitab Suci umat Islam.

Dalam hati saya pun berpikir mendengar pernyataan orang itu yang saya anggap sangat merendahkan martabat umat Islam dari berbagai bangsa dan etnis. Dan juga sepengetahuan saya, Rasul Allah tak memiliki penerus keturunan, karena tak ada satu pun anak lelaki beliau menjadi penerus keturunan kecuali Ibrahim yang meninggal ketika masa anak-anak. Maha Suci Allah yang telah mewafatkan Ibrahim, putra tunggal Rasul Allah, sehingga tak menjadikan fitnah besar dan hujjah atas tiap umat Islam atas tidak adanya keturunan Rasul Allah.

Islam, seperti juga agama Ibrahimik (Samawi) lainnya, menganut sistem garis keturunan Patrilineal, atau garis keturunan dari pihak bapak (lelaki), sehingga seseorang akan disebut nama bapaknya di belakang namanya ; Muhammad ibn Abdullah Ibn Abdul Muthalib Ibn Kusay Ibn Kilab, dstnya, bukan Muhammad Ibn Aminah, kecuali cuma satu-satunya manusia yang di belakang namanya disebut cuma nama ibunya ; Isa Ibn Maryam, atau Yesus Putra Maria.

Apapun alasan yang dikemukakan oleh mereka yang sangat mengagungkan adanya keturunan Rasul Allah Muhammad, kecuali dari hadits-hadits palsu bikinan golongan Syi’ah ; Fatimah Binti Muhammad dianggap sebagai pengganti anak lelaki Rasul Allah, dan ini sangat amat jelas bertentangan dengan hukum Patrilineal yang dipakai oleh Islam, sehingga dalam hukum waris disebutkan bagian lelaki adalah 2 bagian sedangkan perempuan 1 bagian. Ini salah satu bukti bahwa Allah lebih mengistimewakan lelaki daripada perempuan karena sebab-sebab tanggung jawab lelaki yang lebih besar pula ketimbang perempuan.

Rasul Allah Muhammad lebih mencintai umatnya ketimbang sekedar kerabat keluarganya. Sehingga menurut banyak riwayat ketika Beliau dibangkitkan dari kuburnya kelak pasca kiamat, Rasul Allah akan mencari umatnya, “ummati, ummati, ummati !” Bukan berteriak memanggil, “ya Ali, ya Fatimah, ya Hasan, ya Husin !”

Dan masih menurut banyak riwayat pula, Rasul Allah hanya akan masuk menjadi penghuni surga setelah umatnya (Islam) habis masuk kedalam surga, subhanallah ! Ini bukti kecintaan Rasul Allah kepada umatnya yang tak dimiliki oleh Rasul sebelumnya.

Nabi Nuh karena umatnya yang sudah kelewat ingkar, sehingga Beliau berdo’a agar Allah menurunkan banjir besar yang menenggelamkan banyak umatnya. Allah menghancurkan kota Sodom dan Gomorah karena do’a Nabi Luth terhadap umatnya yang sangat ingkar. Namun Rasul Allah Muhammad SAW tak pernah sekali pun mendo’akan umatnya yang jelek apalagi sampai mengeluarkan kutukan seperti yang dilakukan oleh Nabi dan Rasul lainnya. “Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu adalah orang yang takwa.” Ayat Al Qur’an ini cukuplah sebagai statemen Allah yang tak mengistimewakan seseorang hamba-Nya dengan berbagai atribut.

Status apapun yang melekat pada diri seorang manusia selama hidupnya, adalah bikinan dan pemberian manusia lainnya ; bangsawan, ningrat, darah biru, borjuis, wali, aulia, dan lainnya. Status abadi hanya akan diberikan oleh Allah setelah seorang manusia sudah putus hubungannya dengan dunia fana ; “hamba Allah yang takwa.”

Ingatlah, dan ini hujjah yang tak terbantahkan ; seorang Ibrahim, Halilullah, Penghulu para Nabi dan Rasul, beliau terlahir dari keturunan Azar Si pembuat dan penyembah berhala di jaman Raja Namrudz. Kitab suci agama-agama Samawi menceritakan bagaimana seorang Nuh, Rasul Allah yang diberikan umur panjang (800-an tahun), Beliau tak berdaya membuat putra darah dagingnya sendiri, Kan’an agar beriman kepada Allah. Juga Luth, Rasul Allah, istri beliau sendiri, belahan hati dan jantung, pun memilih mengingkari suaminya. Dan lagi-lagi Rasul Allah Muhammad SAW, Khataman Nubuah, Rasul dan Nabi Allah terbesar sepanjang zaman dengan bermacam atribut yang baik-baik dinisbatkan kepada Beliau, pun tak sanggup dan tak berdaya membuat paman-paman Beliau beriman kepada Allah dan mengikut agama Islam ; Abu Jahal, Abu Lahab, dan bahkan seorang Abu Thalib yang sangat menyayangi dan mencintai, serta menjadi pelindung Beliau, juga mati dalam keadaan ingkar kepada iman Islam dan Allah.

Maka, rakhmat, syafaat dan hidayah hanya lah menjadi milik Allah, hak prerogatif Allah yang tak bisa dicampuri oleh makhluk manapun dan bagaimanapun tingginya derajat makhluk itu.Kemaha Adilan Allah memberikan kesempatan yang sama kepada setiap manusia dan jin (tak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku) untuk mencapai derajat sebaik-baik makhluk di haribaan Allah, tanpa melihat dan memandang dari aspek bangsa, ras, etnis, dan keturunan.

Allah tentu bukan seperti seorang Raja yang zalim dan lalim, yang tak setiap orang boleh langsung menghadap dan berurusan kepada-Nya. Ini dinyatakan-Nya dalam salah satu ayat Al Qur’an, “mintalah kepada-Ku niscaya akan kukabulkan” (ud uuniy astajib lakum). Allah mengisyaratkan kepada tiap manusia bahwa permintaan apapun bentuknya tak memerlukan perantara (medium) apapun kecuali langsung memohon kepada Allah.

Umat Islam dari berbagai zaman dan era, adalah umat terbaik, dan lebih terbaik lagi dan mencapai derajat yang tinggi jika “bertakwa”, bukan mencapai derajat yang tinggi dengan klaim sebab-sebab keturunan dan juriyat orang-orang besar. Bukankah seluruh umat manusia di muka bumi ini adalah keturunan para Nabi dan Rasul ? Keturunan dari Adam, Idris, Nuh, Hud, Luth, Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’kub, Yusuf, Syua’ib, dstnya, tak ada seorang manusia pun yang berasal dari keturunan kera kecuali mungkin Charles Darwin si pembuat teori evolusi manusia (missing link), wallahu a’lam bissawab.



Iklan
By borneOrigin Posted in GENERAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s