MENAG : KEHARMONISAN UMAT ISLAM “TERANCAM”


Jakarta,
Menteri Agama H. Suryadharma Ali mengatakan keharmonisan dan persaudaraan umat Islam saat ini tengah terancam. Ini terjadi karena mereka sudah tidak peduli lagi dengan ajaran agamanya dan cenderung mementingkan diri sendiri dan Nabi Muhammad SAW sudah tidak lagi dijadikan sebagai idola.
“Mereka sudah tidak mengikuti dan mencontoh Nabi Muhammad SAW. Sopan santun sudah jauh dari harapan,” papar Menag ketika membuka Kirab Syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H/2010 di halaman Masjid Istiqlal Jakarta, bulan lalu.
Hadir Kakanwil Kementerian Agama DKI Jakarta H. Achmad Fauzan Harun, SH, Direktur Madrasah Kemenag H. Firdaus, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Drs. H. Mubarok, MSi, Sekretaris BPPMI Drs. H. Subandi, MSi, dan pejabat Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta.

Kirab syiar maulid yang dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Agama Pusat, Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, dan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal menampilkan marching band dan calung, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Karyawan BPPMI, cerdas cermat bagi pelajar madrasah, perkemahan pramuka, penulisan karya ilmiah, marawis, baca rawi, khutbah Remaja dan Kaum Ibu, peragaan manasik haji, santunan anak yatim, haflah al-Quran, dan gerak jalan siswa/siswi Madrasah se DKI Jakarta.
Menag memaparkan agama Islam yang mengajarkan sopan santun dan berakhlak mulia sudah jauh dari harapan. Dia mencontohkan dalam menyampaikan pendapat sudah lepas dari adab kesopanan. Demikian pula demo-demo yang seharusnya tertib, sudah mengarah brutal, bahkan banyak korban berjatuhan.
Untuk itu, Menag berpesan kepada peserta didik, khususnya siswa/siswi madrasah agar tidak terbawa arus negarif. Demikian pula para guru dan orangtua harus pula dapat menyaring kondisi dan dapat menanamkannya pada anak didik. “Para guru dan orangtua harus dapat mencegah perbuatan negatif yang dilakukan anak didik. Artinya guru dan orangtua harus selalu mengontrolnya secara bersama-sama.”
Kemampuan dan perilaku anak didik sebagai masa depan bangsa, kata Menag, tergantung didikan dan binaan orangtua dan guru. “Seperti apa umat Islam Indonesia ? Tergantung pada anak-anak didik kita di kemudian hari.”

Menag mengharapkan kirab syiar maulid ini dijadikan momentum untuk didalami dan berupaya meneladani Rasulullah SAW, karena Rasul diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. “Semoga shalawat Nabi Muhammad SAW dapat menggetarkan hati nurani warga Jakarta dan bangsa Indonesia pada umumnya, sehingga dapat meningkatkan keimanan dan keteladanan.”

Sementara itu Kakanwil Kementerian Agama DKI Jakarta H. Achmad Fauzan Harun, SH mengatakan kegiatan kirab maulid nabi Muhammad SAW tahun 1431 H/2010 M merupakan penampilan peserta didik Raudhatul Athfal, Madrasah dan Sekolah dalam unjuk kebolehan di bidang Marching Band, Marawis, Calung, Paskibra dan kirab peserta didik RA, MI/SD,MTs/SMP dan MA/SMA/SMK.
Menurut Fauzan, kirab syiar maulid yang diikuti 5.000 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan syiar Islam dalan rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW; meningkatkan kualitas peserta didik Raudhatul Athfal, Marasah dan sekolah pada bidang syiar Islam dan seni di Provinsi DKI Jakarta; dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah di antara keluarga besar Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta. (dikdepagsite)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s