KPK KELUARKAN PROGRAM REVOLUSI BIRU.


Jakarta,
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagas gerakan Revolusi Biru sebagai strategi meningkatkan produksi perikanan terbesar di dunia tahun 2015.Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, dan pembudidaya ikan. Untuk itu, KKP menempatkan perikanan budidaya sebagai ujung tombak dalam memacu produksi perikanan nasional.
Inti Revolusi Biru terletak pada perubahan cara berpikir, terutama mengubah Indonesia dari negara kontinental (daratan) menjadi negari bahari (kelautan).Strategi besar ini mencakup empat hal yaitu memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia terintegrasi, mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan daya saing berbasis pengetahuan, dan memperluas akses pasar domestik dan internasional.
“Revolusi biru merupakan revolusi cara berpikir [mindset) untuk suatu perubahan orientasi dalam melihat, dan menyikapi peluang ekonomis yang sebelumnya dengan pendekatan darat menjadi pendekatan kelautan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad dalam acara rapat koordinasi nasional (Ra-kornas) KKP di Jakarta, kemarin.Ia akan memperkuat basis pengetahuan melalui kerja sama dengan lembaga penelitian Amerika Serikat. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Untuk memperluas akses pasar domestik, budaya makan ikan juga akan lebih giat dimasyarakatkan.
“Selama ini negara mengimpor 700.000 ekor sapi per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Itu bisa diganti dengan ikan.” ujarnya.Berdasarkan dala KKP pada 2009, produksi perikanan Indonesia baru mencapai 10.065 juta ton. Pada 2010 dan 2014 produksi perikanan ditarget 10,76 juta ton dan 22,39 juta ton.Produksi perikanan sebagian besar akan dipacu dari perikanan budidaya yaitu sebesar 5.38 juta ton pada 2010 dan 16,89 juta ton pada 2014 atau meningkat 323 persen.Dengan demikian, KKP akan memberikan cara budidaya ikan yang baik kepada nelayan budidaya. Mengingat perikanan diutamakan atau sebagai tulang punggung agar produk memenuhi jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan sesuai yang dipersyaratkan pasar global. “Kami akan komitmen untuk meningkatkan produksi perikanan dengan berbagai cara,” kata Fadel.
Adapun pacuan peningkatan produksi nantinya dilakukan pada komoditas rumput laut, lele, patin, nila, kerapu, kakap, mas. dan gurami dengan cara penerapan ekstensifikasi. Sedangkan untuk komoditas udang windu dan bandeng akan dipacu produksinya melalui intensifikasi tambak tradisional.KKP yang diberi tanggungjawab menangani sektor kelautan dan perikanan dituntut berkontribusi meningkatkan kesejahjteraan rakyat, kejayaan bangsa, dan keutuhan negara. Karena itu, road map kelautan menjadi sangat penting. (cr-1/dkpnet)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s