PUISI TAK BERJUDUL.


Di tepi jalan kampung yang belum beraspal itu pertama kali aku ketemu kamu,
Kita berpapasan, kamu menunduk malu tuk mengangkat wajah lugumu,
Di pojok kampung, di bawah pohon pisang, kita saling berjanji tuk bersama,
Di depan wajah-wajah desa, kita mengikat ikrar tuk bersama dalam suka & duka,

Kini kau jauh dari pandangan mataku,
Kau t’lah memiliki kehidupan baru yang berbeda dengan kehidupan kita dulu,
Aku, aku bersama selimut malam yang aromanya berbeda dengan aromamu,

S’mua tentang kau & aku, sesekali membayang di benakku tatkala sepi menggayut,
Ah, cinta di masa lalu, datang dengan bahagia, pergi meninggal goresan luka,
Silih berganti, duka, bahagia, sedih, senang, bunga-bunga kehidupan,

Andai dapat kembali ke masa lalu,
Aku akan memeriksa & mencari kesalahan penyebab perpisahan kita,
Namun andai aku diberi kesempatan tuk kembali kepadamu,
Aku tak akan melakukannya,
Aku t’lah cukup menerima keadaanku kini,

Tenggara Kalimantan, 13022010

Iklan
By borneOrigin Posted in FIKSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s