MOBIL MOGOK, DORONG JALAN, DAPAT ASAPNYA.


Ini cerita tentang seorang Bupati yang 2 kali menjabat di kabupatennya.
Selama 1 dekade, atau 2 kali pemilihan, Bupati Nusa Segara yang termasuk Propinsi Bekas Bengawan, Sumarga Martadinyata rupanya merasa belum puas jika tak ikut perhelatan pemilihan Gubernur.
Ia beserta timnya jauh-jauh hari sudah kasak kusuk mempersiapkan diri untuk meraih kursi Gubernur.

Sumarga Martadinyata ini dulunya sebelum menjadi Bupati, merupakan seorang pengelola perusahaan milik Negara yang mengurusi semak belukar.
Selama menjadi Bupati, keberhasilannya dalam membangun kabupaten, ternyata tak sepiawai ketika ia mengelola perusahaan.
Infrastruktur di Kabupaten Nusa Segara yang wilayahnya terdiri banyak pulau yang terpisah-pisah, serta daratan di pulau Bekas Bengawan, pada kenyataannya tak juga meningkat jika tak ingin dikatakan tambah hancur.

Lihat saja jalan yang berada menuju ibukota Kabupaten Nusa Segara tak juga betul-betul mulus, apalagi jalan-jalan umum yang menghubungkan kecamatan-kecamatan yang jaraknya cukup jauh terpisah.
Pada masa pemerintahan periode pertama Sumarga Martadinyata beberapa kecamatan memisahkan diri membentuk kabupaten baru yang kemudian bernama Kabupaten Rempah Bumi. Meski baru berumur tak sampai 1 dekade, ternyata malah Kabupaten Rempah Bumi dapat mengungguli pembangunan Nusa Segara yang telah berumur lebih separo abad.

Dasar memang sifat manusia yang tak pernah puas, meski sebenarnya jauh didalam lubuk hatinya terdalam Sumarga Martadinyata mengakui dirinya tak begitu banyak membuat perubahan, namun nafsu ingin berkuasanya tetap menghendaki untuk menjadi yang lebih tinggi, yaitu jadi Gubernur.
Dengan jargon “2 periode sebagai Bupati”, Sumarga Martadinyata pun membangun pencitraan dirinya, menarik simpati rakyat Propinsi Bekas Bengawan untuk memilihnya jadi Gubernur berikutnya.
Yah, namanya juga usaha kata orang, adu nasib, istilahnya “gambling”, bertarung dulu, kalah belakangan.

Meski jika melihat beberapa calon saingan yang lumayan berat, tampaknya tak membuat gentar Sumarga Martadinyata untuk tetap ikut bertarung. Ia berpikir tak hanya pakai otak kanan, tapi juga otak tengah dan kiri, yang dengan cara apapun akan dilakukan asal menang, termasuk bagi-bagi duit membeli suara rakyat.
Memang sudah lazim dan bukan rahasia jika para calon pemimpin pemerintahan di negeri ini suka main duit untuk bisa terpilih. Hitung-hitung bersedekah sekali dalam 5 tahun, hehehe.
Rakyat senang-senang saja yang namanya diberi duit, mereka pun terima sini terima sana dari para calon yang datang mendekat, meski jika sudah terpilih bakal dilupakan. Istilahnya rakyat menjadi pendorong mobil mogok, mobil jalan yang mendorong ditinggalkan, kebagian asap mengepul saja.

Sulit, sulit, sulit (pinjam bahasanya Si Ipin), susah mengikis kebiasaan rakyat yang masih mau mengambil duit pembeli ikan dan beras yang cuma untuk beberapa hari itu. Padahal baik Pembekal (Kades), Bupati, Gubernur, Presiden, maupun anggota Dewan dipilih untuk jangka waktu 5 tahun. Mestinya untuk selama 5 tahun juga mendapatkan duit untuk pembeli ikan dan beras.
Suara dibeli, putus hubungan. Makanya para calon pemimpin itu jika mereka sudah terpilih dan duduk di kursi empuk, sulit pula menyalahkan bilamana mereka terkesan tak peduli terhadap nasib rakyat, lha suara rakyat sudah dibeli.
Kasian, kondisi rakyat yang terpuruk membuat gelap mata, yang penting dapat duit, memilih siapa menjadi tak penting.
Sumarga Martadinyata, persiapkan duitmu untuk membeli suara rakyat pada pemilihan Gubernur nanti. Kerahkan orang-orangmu di berbagai bilik suara untuk bagi-bagi duit, karena semua duit gambarnya tidak ada gambar dirimu, yang ada gambar pahlawan, ataupun tumbuhan dan hewan. Hidup Sumarga ! Asli Orang, bukan Orang-orangan, apalagi Orang-orangan Sawah !

(Jika terdapat kesamaan nama tokoh, karakter, atau tempat, hanya secara kebetulan saja, ini fiktif)

Iklan
By borneOrigin Posted in FIKSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s