DUNIA MAYA, DUNIA NYATA.


Andaikan saya suatu saat diperlakukan seperti Prita Mulyasari, saya tidak akan menulis keluh kesah saya di dunia maya, tapi saya akan menuliskannya di atas air.
Begitupun jika saya seperti Luna Maya, saya akan menulis sumpah serapah saya di atas permukaan pasir laut yang sebentar kemudian tersaput ombak.

Dunia maya tidak aman, sama tidak amannya dengan dunianya si Maya (Luna). Ada pembatasan dan pembelengguan berekspresi, kebebasan cuma jadi pernak pernik untuk menarik simpati sesaat, jadi alat politik seolah para Penguasa sama kehendak bebasnya dengan rakyat jelata.

Saya akan menuliskan keluh kesah dan luapan emosi, sumpah serapah dengan bahasa yang saya buat dan saya mengerti sendiri bersama Tuhan.
Saya tidak akan cerita kepada burung, atau binatang lainnya, karena sudah banyak manusia yang lebih mengerti bahasa binatang ketimbang binatang itu sendiri.
Ah, betapa sulitnya dunia maya, juga dunianya Luna Maya.
Dunia maya, ia bukan saja milik Luna Maya, suku Indian Maya, atau yang punya embel-embel maya lainnya, namun milik secara universal, lebih sulit lagi dunia nyata, dunia Prita, dunia kita semua.

Hari ini bukan cuma mulutmu yang dapat menjadi harimaumu, tapi jari tangan pun dapat berubah menjadi kuku, cakar dan sekaligus taring harimau. Maka mulai kini kita mesti menjaga mulut dan tangan, bilamana perlu seluruh anggota badan agar jangan berubah menjadi monster yang menakutkan.

Iklan
By borneOrigin Posted in FIKSI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s