JALAN ; AGAMA.


Subhanallah, Yang telah menciptakan Taurat, Injil, dan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi yang berfikir.

Ketika suatu hari saya mengunjungi seorang teman yang baru kenal, pintu rumahnya tertutup. Cukup lama baru saya dibukakan pintu oleh tuan rumah yang berkulit kuning, tampangnya dengan mata yang sipit. Kenalan baru saya ini memang keturunan dari ras yang mendiami daratan dimana terletak great wall yang dibangun Kaisar Shih Huang Tie. “Maaf mas, menunggu cukup lama. Isteri saya tadi sedang shalat,” ungkapnya sambil mempersilakan masuk.

Saya pun tergelitik untuk mengetahui keyakinan/agama kenalan saya ini. “Apakah tadi kalian baru saja menyelesaikan shalat ashar berjamaah ?” tanyaku.
“Tidak, cuma isteri saya yang melaksanakan shalat, saya tidak ikut,” jawabnya.
“Kenapa anda tidak ikut ?” kejarku.
“Cuma isteri saya yang Muslim, saya menganut kepercayaan Konghu Chu,” balasnya.

Itulah pembicaraan pembuka kami setelah beberapa hari lalu berkenalan di kediaman seorang teman.
Kenalan saya ini pun bicara panjang lebar tentang pandangannya terhadap agama dan kepercayaan yang dianut sebagian besar manusia di bumi ini. Menurutnya kepercayaan yang dianutnya sebenarnya bukan agama, melainkan tuntunan hidup. Ia pun heran jika Konghu Chu di Indonesia disebut agama, sedangkan di tempat asalnya (Tiongkok) cuma sebagai tuntunan dan pandangan hidup yang disusun oleh orang bijak pada ribuan tahun lalu.
Dalam pandangannya, agama itu seperti jalan yang telah disediakan Tuhan untuk menuju dan mencapai suatu tujuan. “Kita lah yang akan memilih sendiri jalan apa dan mana, serta dengan cara apa mencapai tujuan itu,” ungkapnya.
Saya pun jadi teringat ayat dari surat Fatihah, “ihdinas shiratal mustaqim”, tunjukkan kami jalan yang lurus. Ungkapan kenalan saya ini cukup logis.

Ia pun terus bicara mengenai ‘jalan Ilahiah’ ini. Seseorang yang menuju tempat tujuan dengan naik alat transportasi darat, akan cerita apa yang dilihatnya selama dalam perjalanan ; pepohonan, pemukiman dan orang-orang yang dilewati, kendaraan yang berpapasan atau searah, pemandangan kanan kiri jalan, dan sebagainya, serta lamanya waktu perjalanan hingga tiba di tujuan.
Adapun seseorang yang menggunakan alat transportasi laut, naik kapal ; cerita mengenai ombak yang kecil maupun besar, laut tak bertepi, burung-burung laut yang beterbangan, perahu dan kapal nelayan, atau kapal-kapal lain baik yang searah maupun yang tidak, dinginnya angin dan cuaca di laut, dan sebagainya, juga lamanya waktu yang ditempuh hingga sampai ke pelabuhan tujuan.
Sedangkan seseorang yang menggunakan pesawat terbang, ia pun akan bercerita hal-hal yang berbeda ; melihat pemandangan dari atas pesawat, awan yang amat dekat, dan sebagainya, serta waktu perjalanan yang cukup singkat ke tempat tujuan.
“Banyak jalan menuju Roma. Itulah yang membuat kita mudah tersesat, dikarenakan banyaknya jalan yang menuju ke satu tujuan,” ujarnya berfilsafat.

Ada pula orang-orang yang disebabkan hal-hal tertentu memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang ; mengambil jalan pintas, membuat jalan sendiri, atau menggunakan alat angkut sendiri, atau berjalan kaki karena tak punya biaya cukup. Ada lagi mereka yang tak mengetahui tempat tujuan, namun ia sudah berada dan menempuh jalan yang benar, harus tanya sana sini selama dalam perjalanan kepada tiap orang yang ia temui, ia tidak ingin tersesat dan lama menempuh perjalanan.
Nah, nama jalan yang memiliki cabang dan gang itu, menurut kenalan saya itu antara lain ; Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, Zoroaster, Shinto, Sikh, Konghu Chu, Bahaisme, Ahmadiyah ; Syi’ah, Mu’tazilah, Khawarij, Katholik, Protestan, Unitarian, Tantrayana, Mahayana, dan banyak yang tak mungkin dibuat daftarnya disini.
“Silakan anda pilih mau melewati jalan besar, jalan cabang, lewat gang keluar masuk gang, jalan pintas, atau mau bikin jalan baru (?)”

Ihdinas shiratal mustaqim. Shiratalladzina an’amta alaihim. Ghairil maghdhubi alaihim waladdhallin, amien……..

Iklan
By borneOrigin Posted in GENERAL

One comment on “JALAN ; AGAMA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s