TUHAN MENURUNKAN WAHYU KEPADA ABRAHAM.


Subhanallah, Yang telah menciptakan Taurat, Injil dan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi yang berfikir.

Kemudian Philip berkata : ”Betapa besar rakhmat Tuhan kepada mereka yang mencintai-Nya. Jelaskan kepada kami, O Guru, bagaimana cara Abraham mewarisi pengetahuan Tuhan.”

Yesus menjawab : ”Setelah berada dekat rumah ayahnya, Abaraham merasa takut untuk memasuki rumah, sehingga dia memilih duduk di bawah pohon palma yang terletak tak seberapa jauh dari rumahnya, kemudian terlontar begitu saja dari mulutnya ucapan : ”Pastilah terdapat Tuhan yang memiliki kehidupan dan kekuatan yang melebihi manusia, karena Dia lah yang menciptakan manusia dan manusia tanpa keterlibatan Tuhan, tidak akan dapat membuat manusia.”
Kemudian Abaraham mengarahkan pandangannya ke angkasa, ke bintang-bintang, bulan dan matahari, dia sampai pada pemikiran bahwa mereka lah sebenarnya yang menjadi Tuhan. Tapi setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan pergerakan mereka, dia berkata : ”Mestinya Tuhan itu tidak bergerak dan awan-awan itu menyembunyikan-Nya : jika tidak, maka orang-orang akan dibawa menuju ketiadaan. Ketika sedang dalam keadaan bimbang, Abaraham mendengar seseorang memanggil namanya : ”Abaraham !” Dia menoleh ke sekeliling, tapi tidak melihat seorang pun, dia menggumam : “Aku yakin telah mendengar suara orang menyebut namaku, ‘Abraham’.”
Demikianlah, peristiwa seperti ini terulang kembali hingga ketiga kalinya, dia mendengar namanya dipanggil : “Abraham !”
Dia menjawab : “Siapa yang memanggilku ?”
Kemudian, dia mendengar suara : “Aku adalah malaikat Tuhan, Gabriel.”

Abraham diliputi rasa takut, tetapi Gabriel berusaha menenangkannya dengan ucapan : “Jangan takut, Abraham, karena engkau adalah kekasih Tuhan. Ketika engkau menghancur leburkan tuhan-tuhan manusia, engkau telah dipilih oleh Tuhan para malaikat dan para nabi, sampai-sampai namamu telah tertulis dalam kitab kehidupan.”

Kemudian, Abraham berkata : “Apa yang harus aku lakukan untuk melayani Tuhan para malaikat dan Tuhan para nabi yang suci ?”
Gabriel menjawab : “Pergilah menuju pancuran air dan sucikanlah dirimu karena Tuhan akan berbicara denganmu.”
Abraham menjawab : “Sekarang, bagaimana caranya aku mensucikan diriku ?”

Kemudian Gabriel menjelmakan dirinya berupa seorang pemuda yang tampan dan mensucikan dirinya di pancuran air, seraya berkata : “Lakukanlah seperti ini kepada dirimu, O Abraham.”
Ketika Abaraham telah mensucikan dirinya, Gabriel berkata : “Mendakilah ke gunung itu, karena Tuhan akan berbicara kepadamu disana.”
Abraham mendaki gunung itu, sebagaimana diperintahkan oleh Gabriel kepadanya, begitu sampai di tempat tujuan, dia duduk di atas kedua lututnya, berkata kepada dirinya sendiri : “Kapan Tuhan akan berbicara kepadaku ?” Tiba-tiba, Abaraham mendengar namanya dipanggil oleh sebuah suara lembut : “Abraham !”
Abraham menyahut : “Siapa yang memanggilku ?”
Suara itu menjawab : “Aku Tuhanmu, O Abraham.”

Abraham diliputi oleh rasa takut, membenamkan wajahnya ke permukaan bumi, sambil mengucap : “Betapa aku ini adalah hamba dan pelayan-Mu, yang berupa debu dan abu ini !”

Kemudian Tuhan berfirman : “Jangan takut, tapi bangunlah, karena aku telah memilihmu sebagai palayan-Ku, dan aku akan memberkatimu dan membuat (anak cucu) mu menjadi bertambah banyak dan menjadi umat yang besar. Oleh karena itu, pergilah dari rumah ayahmu dan rumah kerabatmu dan menetaplah di sebuah wilayah yang akan Aku berikan kepadamu dan kepada anak cucumu.”

Abraham menjawab : “Semua (perintah-Mu) akan aku lakukan Tuhan, tapi bimbinglah aku bahwa tidak ada tuhan lain yang akan mencelakakanku.”

Kemudia Tuhan berfirman : “Aku lah satu-satunya Tuhan dan tidak ada tuhan lain selain Aku. Aku menghancurkan dan menciptakan keseluruhan : Aku membunuh dan memberi kehidupan, Aku menjerumuskan ke neraka, dan tak seorang pun yang mampu menghindar dari jangkauan-Ku.”
Kemudian Tuhan memberinya perjanjian untuk berkhitan ; dan dengan demikian, ayah kita Abraham ‘mengetahui’ Tuhan.

Setelah mengatakan ini, Yesus mengangkat kedua tangannya, mengucap : “Bagi-Mu segala kemuliaan dan kemegahan, O Tuhan.” Semoga demikian adanya. (from The Gospel of Barnabas)

Iklan
By borneOrigin Posted in GENERAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s