ALLAH ; TUHAN SERU SEKALIAN ALAM.


Subhanallah, yang telah menciptakan al qur’an sebagai petunjuk bagi yang berfikir.

Allah Maha Adil. Allah memberikan segala rakhmat kepada semua makhluknya, terutama manusia, tanpa memandang suku, ras, derajat dan agama.
Allah pun tak memilih kepada siapa akan Ia timpakan bencana dan ujian.

Allah bukan cuma Tuhan bagi umat muslim, tapi Tuhan bagi segala makhluk. Jika Allah hanya Tuhan bagi umat muslim, tentu Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi umat yang mempercayai, beriman dan menyembah-Nya, dan menghinakan umat yang ingkar dan kafir.

Bencana besar tsunami beberapa tahun lalu, menewaskan banyak orang di Aceh, sebagian besar umat islam ; merupakan bukti dari Keadilan Allah terhadap makhluk-Nya.
Kenapa Allah menimpakan bencana amat dahsyat itu terhadap umat yang tiap saat mengingat dan menyembah-Nya ? Kenapa Allah tidak mengirim bencana tsunami ke pantai waikiki Hawai, atau ke pantai Kuta Bali, dimana disana banyak manusia yang ingkar dan kafir ?

Allah (mungkin) tidak menghendaki semua itu ; sunnatullah, fenomena alam. Ini jawaban yang lebih masuk akal dan realistis ketimbang beragumentasi menyudutkan kondisi masyarakat muslim di Aceh.
Kemudian lagi-lagi terjadi bencana bobolnya waduk Situ Gintung, dimana kita semua tahu disana lebih banyak umat muslim ketimbang umat agama lain yang dalam istilah islam adalah kaum kafir.

Allah memang bukan Tuhan cuma untuk umat islam.
Allah melimpahkan kemakmuran dan kemajuan kepada umat-umat yang ingkar dan kafir, membiarkan banyak umat muslim dalam keterpurukan dan perpecahan, serta tertinggal di hampir semua aspek kehidupan.
Argumentasi yang menyatakan ‘dunia’ adalah sorga bagi kaum kafir, adalah tidak relevan dan logis, dan terkesan apologis.
Lihatlah lembaran sejarah, dapat dikatakan seluruh penemuan dalam bidang pengetahuan dan kemajuan teknologi yang berguna bagi manusia, berasal dari orang-orang yang dalam pandangan islam adalah ‘kafir’.
Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, James Watt, Gotlieb Daimler, Wright Brothers, Albert Einstein, dan sederet nama penemu lainnya, mereka bukanlah manusia-manusia yang beriman kepada Allah. Tapi mereka semua berbuat, berusaha, merubah nasib bahkan wajah dunia. Mereka tak hanya bicara tentang ‘kepalsuan dunia dan kekalnya nikmat Tuhan di akhirat’.

Karena Allah Maha Adil, Allah tak berpihak. Allah telah menciptakan manusia dari seorang diri, kemudian melengkapinya, lalu menjadikan manusia berkembang biak, bersuku-suku dan berbangsa, semua sama dari sumber yang sama. Perbedaan yang terjadi selanjutnya pada manusia, adalah tergantung upaya dan usaha untuk menjadi berubah dan melakukan perubahan.
Allah memang Tuhan bagi segala makhluk.

Iklan
By borneOrigin Posted in GENERAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s