HUKUM KARMA BUKAN KEPERCAYAAN ISLAM.


Bismillahirrhmanirrahim,
Maha Suci Allah yang telah menciptakan Al-Qur’an.

Seringkali kita mendengar pembicaraan tentang hukum karma di tengah-tengah umat Islam. Hukum karma, suatu pengertian tentang pembalasan atas perbuatan baik maupun buruk oleh seseorang, akan dibalas di dunia. Jika seseorang melakukan perbuatan, dan ia tak mendapat balasan selama ia hidup di dunia, maka akan dibalaskan kepada keturunan maupun kerabatnya.

Hukum karma, tak ada satupun nash Al-Qur’an menyebut tentang hal ini, begitupun Hadits Shahih. Hukum ini tak dikenal dalam agama Islam, tapi merupakan kepercayaan agama lain yaitu Budha (karmaphala).
Balasan atas perbuatan seseorang selama ia hidup di dunia, telah diatur sedemikian rupa menurut agama Islam. Terdapat proses dimana seseorang akan mendapat balasan atas perbuatan, baik maupun buruk, dilakukan oleh Sang Pengadil Tunggal (Maliki yaumiddien) di akhirat kelak, bukan di dunia. Jika terdapat dimana seseorang melakukan perbuatan baik atau buruk terhadap orang lain, dan kemudian ia memperoleh balasan yang sama seperti ia memperlakukan orang lain tersebut, maka itu hanya bersifat kebetulan.

Al-Qur’an telah menerangkan proses yang mengarah kepada pengadilan Allah terhadap perbuatan manusia selama hidup di dunia ; dimulai oleh Hari Kiamat (yaumil qiamat, yaumil akhir), lalu Hari berkumpul (yaumil mahsyar), kemudian Hari pembalasan (yaumil hisab).
Janganlah mengada-adakan sesuatu yang Allah telah menetapkannya untuk kita.
Subhanallah, Maha Suci Allah, hanya kepada Allah segala puja dan puji, serta shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad S.A.W, innallaha wa malaikatahu yusalluna alannabiy.

Iklan

19 comments on “HUKUM KARMA BUKAN KEPERCAYAAN ISLAM.

  1. Orang yang durhaka kepada orang tua sering dibuktikan kutukan dan laknatnya di dalam kehidupan sekarang, ini sering juga disebut hukum karma.

  2. Hukum karma = hukum sebab akibat.Manusia bertanggung jawab penuh ats perbuatannya. Karma seseorang akan diterima sendiri oleh ybs.Didalam agama Hindu ada kepercayaan atas reinkarnasi.Jadi hasil perbuatan seseorang bisa dia terima dalam kehidupannya saat ini ataupun pada kehidupannya/kelahirannya yad.Jadi tidak ada unsur kebetulan.Semua hasil karyanya sendiri

  3. y.awoh maapkan hambamu mu ini yg tela mempercayai hukum karma… sesunggunya hukum yg engkau berikan adala hukum yg sesunggunya…

    makasi ya om dha di kasi tau…..
    dosa yg paling aku takuti yaitu menyekutuhkan allah aq gak mw itu terjadi sama aku….

  4. kalau menurut pemahaman saya..hukum karma itu ada di kehidupan ini..hanya mungkin perbedaan penggunaan bahasanya saja..semisal kalau ada orang yang berbuat dholim..sudah sewajarnya dia di benci..kalau ada orang yang berbuat kebohongan..sudah sewajarnya ia tidak di percayai..kalau ada orang yg berbuat sedekah sudah sewajarnya dia disukai bnyak orang..itu semua adalah hasil dari perbuatanya..di ajaran apapun itu ada..bukan di islam itu ga ada..cuma bahasanya yg beda..yang jelas perlu qta pahami itu konsep hukum itu..

  5. saya sependapat dan satu keyakinan bahwa karma tidak ada dalam islam.tapi,apakah kebaikan ataupun keburukan yang diterima manusia di dunia dapat dikatakan kebetulan?bukankah itu berupa rezki ataupun ujian dari Allah?karena setahu saya,segala sesuatu di dunia ini sudah diatur oleh Allah.

  6. Saya Beragama Hindu Di KTP, Namun saya berlatih Meditasi lintas agama, saya sangat senang karena saudara saudari saya ada yg beragama Islam,Kristen, Hindu, Budha :http://www.suprememastertv.com.

    Karma umumnya dipakai oleh agama hindu dan budha,Di agama Kristen ada juga disebutkan apa yang kau tabur itu yg kau tuai, saya yakin ini mengandung arti yg sama.

  7. Hukum karma, suatu pengertian tentang pembalasan atas perbuatan baik maupun buruk oleh seseorang, akan dibalas di dunia. Jika seseorang melakukan perbuatan, dan ia tak mendapat balasan selama ia hidup di dunia, maka akan dibalaskan kepada keturunan maupun kerabatnya.

    wat gw hkum karma itu ga da dan ga berlaku di dunia

    apakah kalian percaya bahwa tuhan itu maha adil
    apakah adil jika kesalahan yg kta perbuat akan di bls pda keturunan atoupun orang terdkat kta

    misal’a saya membunuh lalu saya kabur apakah keturunan saya yg akan mndapatkan hkuan d tangkap polisi misalkan apakah itu adil….

    ingatlah tuhan maha adil dan pengadilan yg sbenar-bnar’a hnya pada NYA

    mengenai pepatah siapa yg menanam dy yg memetik itu memang benar (saya yg nanam saya memetik BUKAN KLUARGA ATOPUN KERABAT SAYA TETAPI HANYA SAYA) karena mereka tidak ada hubungan’a dengan perbuatan kta

    jd lbih efektif klo qta sebut aksi reaksi dmn ada aksi d situlah timbul reaksi

    dan tdak pula ada hukum alam karena alam tidak dapat menghukum (MEMPERTAHANKAN DAN MELESTARIKAN DIRI’A SAJA SULIT HINGGA HRUS DA CMPUR TANGAN MANUSIA APALAGI UNTUK MENGHUKUM) HEHEHEHEHEHEHHEHEHEHEE

    BNCANA ALAM DAN LAIN SEBAGAI’A BKAN KARENA ALAM TAPI KARENA TUHAN.ITULAH CARA TUHAN MEMPERINGATKAN MANUSIA

    OK SEKIAN THX

  8. sulaiman :
    Orang yang durhaka kepada orang tua sering dibuktikan kutukan dan laknatnya di dalam kehidupan sekarang, ini sering juga disebut hukum karma.

    hukum karma menurut islam itu tidak ada,,, jadi siapa yang berbuat dia mendapatkannya..

  9. nurhamida pohan :
    saya sependapat dan satu keyakinan bahwa karma tidak ada dalam islam.tapi,apakah kebaikan ataupun keburukan yang diterima manusia di dunia dapat dikatakan kebetulan?bukankah itu berupa rezki ataupun ujian dari Allah?karena setahu saya,segala sesuatu di dunia ini sudah diatur oleh Allah.

    itu bukan kebutulan tapi sudah takdirnya…!! karena takdir tak bisa di ubah kecuali nasib,,,?

  10. kalopun semuanya itu kebetulan berarti kita hidup dan jalan hidup ini semua hanyalah kebetulan bukan rencana dan tujuan allah untuk manusia itu sendiri.dan mungkin sesuatu istilah saja yang mebedakanya.karena semua tergantung dari amal-amalan kita dalam setiap b perbuatan kepada setiap orang.kita jahat mungkin orang lain juga bisa jahat terhadap kita.kita baik orang lain juga pasti baik.apakah itu suatu kebetulan.

  11. Karena itu barangsiapa yang
    mengerjakan kebaikan meski seberat
    debu, dia pasti akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
    kejahatan meski seberat atom pun, dia
    pasti akan melihat (balasan) nya
    pula ” (Q.S.99: 7 & 8)

  12. Saya tidak setuju dengan istilah kebetulan. Menurut saya itu teguran atau pertanda baik positif atau negatif yang diberikan Allah.

  13. Jangankan hukum karma,
    HUKUMAN yg kita sangka kan selama ini ditimpa kan ole Sang Maha Bijak.. itu sebenarnya kesalahan cara pandang.

    Allah S.W.T telah memberi tau Jalan hidup kita sebelum kita lahir, disepanjang perjalanan hidup ini, Allah menunjukkan pilihan baik/buruk menjalani kehidupan. (melalui kitab suci yg masing2 kita pelajari)

    sampai di titik ini orng banyak yg bingung:
    “kalau hidup sudah digariskan.. ya udah nyantai aja, ikuti arus, gimana2 juga hidup mati aku sdh diaturin.”

    bukan bgtu kan?
    Jalan hidup yg sdh ditentukan, lalu ada pilihan2, ada kitab2 suci yg wajib kita imani,..dll..dst. ini lah yg dimaksud jalan hidup.
    adapun tentang dosa yg kita perbuat.. Allah telah kasihtau segala konsekuensinya (dalam quran & hadits).

    Maka sebenarnya Bukanlah Allah yang Menghukum, konsekuensi lah yg kita hadapi. Jika melakukan A maka ganjarannya A. gak akan kebalik
    itulah hukum Allah.

    “Manusia selalu berada dalam lingkup sunatullah (apapun agamanya seseorang, Hukum Allah tetap berlaku)

    “Karena itu barangsiapa yang mengerjakan kebaikan meski seberat debu, dia pasti akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan meski seberat atom pun, dia pasti akan melihat (balasan) nya pula” (Q.S.99: 7 & 8).

  14. Saya juga tidak setuju istilah ‘kebetulan’. Tidak ada di dunia ini yang serba ‘kebetulan’. Bahkan sehelai daunpun yang jatuh ke tanah, tidak luput dari kuasa Allah. Semua sudah diatur Sang Pencipta.
    Hukum karma = hukum Allah itu sama aja, cuman beda penyebutannya aja.

    Hukum Karma = hukum sebab akibat
    Hukum Allah = hukum sunnatullah “Karena itu barangsiapa yang mengerjakan kebaikan meski seberat debu, dia pasti akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan meski seberat atom pun, dia pasti akan melihat (balasan) nya pula” (Q.S.99: 7 & 8).

  15. Terima kasih atas pandangannya yg sama. Hukum karma tak ada dalam islam, Allah lah hakim yg seadil-adilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s