HAL-HAL YANG AMAT MENGGANGGU PIKIRAN.


Bismillahirrahmanirrahim,
Maha Suci Allah yang telah menciptakan Al-Qur’an.

Ada 2 Rukun dalam Islam yang wajib diterima dan dilaksanakan baik dalam perbuatan maupun dalam keyakinan yaitu, Rukun Islam ; Syahadat kepada Allah dan Rasul Muhammad, Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji. Kemudian Rukun Iman ; beriman kepada Allah, kepada Nabi dan Rasul, kepada Malaikat, kepada Kitab-kitab yang diciptakan Allah, kepada Hari Akhir (kiamat), dan Qadha dan Qadhar.

Namun ada beberapa hal yang teramat mengusik dan mengganggu pikiran ; (1) Nur Muhammad, (2) Insan Kamil (manusia sempurna), (3) Turunnya Imam Mahdi dan Dajjal, (4) Adam Manusia Pertama, dan (5) Keturunan Rasul Allah Muhammad SAW.
Tentang Nur Muhammad, banyak menyebutkan telah diciptakan sebelum Allah menciptakan seluruh makhluk-Nya. Muncul dalam pemikiran saya yang amat awam ini, Muhammad Bin Abdullah yang lahir di Mekkah itu bukan berasal dari golongan manusia, karena diciptakan dari nur layaknya para Malaikat. Sedangkan realitanya Muhammad Bin Abdullah yang kemudian diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul tersebut memiliki sifat-sifat layaknya seorang manusia ; memiliki jasad, nafsu dan akal, berkembang biak, dan meninggal. Ada pula yang berpendapat Nur Muhammad tersebut meliputi seluruh makhluk ciptaan Allah, wallahu a’lam bissawab………”janganlah kamu mengikuti apa-apa yang tak ada pengetahuan padamu.”

Lalu Insan Kamil, manusia sempurna. Menurut yang pernah saya baca, Insan Kamil itu adalah Allah SWT sendiri. Ini ada yang mengibaratkan seperti pakaian yang bisa diwaris-wariskan kepada siapa yang berhak.

Turunnya Imam Mahdi dan Dajjal. Imah Mahdi diidentikkan banyak orang sebagai Nabi Isa (Yesus Kristus) yang akan datang menjelang hari Kiamat untuk mengadili umat manusia yang sesat.
lalu datangnya Dajjal sebagai sosok Pembohong Besar penipu umat manusia.
Jika masalah tersebut kita kembalikan kepada Al-Qur’an, maka turunnya Imam Mahdi bertentangan, karena Allah akan mengadili umat manusia kelak di akhirat (yaumil hisab). Adapun Dajjal, saya pernah membaca sebuah buku mengenai ini, menyebutkan seseorang bernama Ibnu Sayyad atau Ibnu Su’ud yang hidup sejaman dengan Rasul Allah Muhammad SAW, orang inilah yang disebut-sebut sebagai Dajjal.
Sosok Pembohong Besar ini digambarkan memiliki badan besar dari rata-rata manusia, sebelah mata cacat, dan rambut lurus berdiri. Lucunya di buku yang saya pernah baca itu menyebutkan, Sang Dajjal hingga kini belum mati. Ia dirantai di alam gaib oleh Raja Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great) putera dari Raja Philipus dari Macedonia. Sungguh teramat tak masuk akal, seseorang yang hidup sejaman dengan Rasul Allah Muhammad SAW tapi dapat dirantai oleh seorang Raja yang hidup pada masa Sebelum Masehi, jauh sebelum Rasul Allah SAW lahir.

Adam Manusia Pertama. Tak ada keterangan dalam Al-Qur’an yang mengatakan Adam adalah “awwal al insan.” Lagi pula ada keterangan dalam Al-Qur’an dimana ketika Allah mengatakan kepada para Malaikat akan menciptakan manusia, para Malaikat justru mengatakan nantinya manusia hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Secara logika ini mengisyaratkan sebelumnya telah ada manusia yang diciptakan Allah disebabkan para Malaikat telah tahu tabiat manusia.

Keturunan Rasul Allah Muhammad SAW. Islam jelas-jelas memakai sistem garis keturunan dari pihak laki-laki (patrilineal), sehingga nama seseorang selalu diikuti oleh nama bapaknya, bukan nama ibunya, misalkan Muhammad Bin Abdullah, bukan Muhammad Ibnu Aminah. Dan sesuai dengan fakta sejarah, Rasul Allah Muhammad SAW memiliki seorang putera bernama Ibrahim yang meninggal ketika masih berusia amat muda (tentu belum sempat menikah). Selanjutnya Rasul Allah hanya memiliki beberapa puteri yang diantaranya seorang dinikahi Sahabat Ali Ibnu Abi Thalib, dan 2 orang menjadi istri Sahabat Utsman Ibnu Affan.
Kalaulah puteri Rasul Allah SAW (Fatimah) dari pernikaannya dengan Ali Ibnu Abi Thalib (pamannya sendiri) itu melahirkan keturunan, maka sesuai sistem patrilineal adalah keturunan dari Ali Ibnu Abi Thalib, bukan keturunan Rasul Allah. Dan pelanjut keturunan Rasul Allah terhenti (putus) karena tak memiliki putera pelanjut keturunan.
Namun bila diantara baik keturunan Ali Ibnu Abi Thalib ataupun Utsman Ibnu Affan diakui sebagai kerabat, ini tentu tak bertentangan dengan sistem garis keturunan yang telah dipakai sejak Nabi Adam itu.

Itulah beberapa hal yang amat mengganggu pikiran saya. Dan saya sering merenung, apakah hal-hal tersebut dapat menjadikn saya kafir sedangkan saya berpegang dan melaksanakan Rukun Islam dan Rukun Iman.

Akhirnya, Rasul Allah Muhammad SAW pernah berkata, “Salah satu sifat buruk dari bangsa Arab adalah terlalu mengagungkan nasab keturunan.”
Allah Maha Besar, tiada satupun yang memiliki Keabadian (Qadim) selain Allah, yang lain segalanya bersifat Fana (makhluk), serta shalawat dan salam kepada Rasul Allah Muhammad SAW, innallaha wa malaikatahu yusalluna alannabiy.

Iklan
By borneOrigin Posted in GENERAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s