Mentan Saksikan Penerapan Teknologi Sambung Samping Pohon Kakao


hobatuaDesa Hobatua, Kecamatan Lio Timur, merupakan salah satu desa binaan P4MI yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Ende dan Sikka. Sejak dua tahun lalu, P4MI melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT) telah memperkenalkan model integrasi ternak kambing dengan tanaman perkebunan kakao. Kini petani Hobatua telah menuai hasilnya. Karena itulah, Menteri Pertanian Anton Apriyantono berkesempatan berkunjung ke desa tersebut dalam rangkaian Safari Kunjungan Kerja di Pulau Flores, akhir Juni lalu.

Seperti diungkapkan Mustofa Kowa, ketua Kelompok Tani Lialako Desa Hobatua, teknologi sambung samping dan sambung pucuk pada tanaman kakao yang diterapkan sejak 2007 itu telah menunjukkan hasilnya. Bahkan dikatakan bahwa sejak umur satu setengah tahun sudah memanen 147 buah kakao dari satu cabang hasil sambung samping. Sebuah jumlah yang sangat besar. Karenanya, masyarakat yang belum menerapkan teknologi tersebut mulai menerima sistem sambung samping.

Selain sambung samping dan pucuk, teknologi lainnya yang diperkenalkan adalah teknologi pengolahan limbah kulit kakao menjadi pakan ternak kambing.
Pada kunjungan tersebut, Mentan –yang didampingi oleh Direktur Jenderal terkait dan Wakil Bupati Ende– melihat lokasi pembuatan biogas dari kotoran kambing yang berasal dari kandang kambing yang dilakukan secara berkelompok. Bahkan Mentan pun sempat mencoba tungku yang menggunakan bahan bakar biogas tersebut.
Sebelum meninggalkan Hobatua, Mentan sempat ‘memanen’ sayuran organik yang menggunakan pupuk dari hasil olahan kotoran kambing.

– Kegiatan P4MI
P4MI sudah memulai kegiatan pembinaan di desa Hobatua sejak tahun 2003. Kegiatan investasi desa yang dilaksanakan adalah pembuatan saluran irigasi dan bronjong untuk menahan tebing sungai Lovalise. Manfaatnya langsung terasa. Air sungai yang biasanya membawa bencana banjir, kini dapat mengairi areal tanaman padi, jagung, kacang-kacangan dan sayuran.

Disamping investasi desa, juga diperkenalkan inovasi teknologi lain di desa tersebut. Model sistem integrasi tanaman kakao dan ternak kambing diintroduksi oleh BPTP NTT dengan berbagai teknologinya, antara lain, pembuatan kandang ternak secara kelompok, pembuatan pakan ternak dari kulit kakao dan komposisi pemberian pakan, pembuatan kompos kotoran kambing menggunakan Rumeno bacillius, monitoring kesehatan ternak kambing, hingga teknik produksi ternak kambing.

Lainnya adalah teknologi pemupukan, teknologi pemangkasan tanaman kakao, teknologi pengendalian hama dan penyakit kakao dan mente, teknologi pembibitan vanili, teknologi budidaya sayur, dan teknologi biogas dari kotoran kambing.

Selain BPTP NTT, Pusat Penelitian Tanaman Kopi dan Kakao Jember pun memperkenalkan varietas unggul kakao untuk rehabilitasi tanaman kakao melalui sambung samping dan sambung pucuk, serta teknologi budidaya tanaman kakao dengan P3S (pemupukan, pemangkasan, panen sering dan sanitasi). (P4MI)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s