Depag Bantu Jaringan Data Telkomselnet.


Gubernur Maluku Karel Albert Rahalu mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian pesat dewasa ini, semakin mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia. Hal itu diungkapkan Gubernur Maluku saat membuka acara pelatihan dan penyerahan alat jaringan data telkomselnet kepada 20 satuan kerja (satker) di lingkungan Kanwil Depag Maluku, Senin (6/7). depag

Kita patut bersyukur, kata Karel, kemajuan tekhnologi informasi dapat membantu mensejahterakan kehidupan umat manusia. Namun, kita pun juga harus mewaspadai ekses-ekses globalisasi dapat menggiring kita kedalam mekanisasi kehidupan yang pada gilirannya menciptakan kesenjangan dan ketidakadilan dalam masyarakat kita di Indonesia, terutama di Maluku.

Menurut Gubernur Maluku Karel Albert Rahalu, salah satu prasyarat utama agar kita tidak tercecer dan mampu mengikuti laju perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi ialah ketersediaan sumber daya insani yang andal. “Andal di sini bukan hanya dalam bentuk memiliki pengetahuan yang memadai dan keahlian yang teruji, melainkan juga integritas moral yang tinggi. Semuanya harus saling melengkapi,” ucapnya.
Gubernur Menambahkan, jika ketiga unsur hakiki, yakni pengetahuan-keahlian-moralitas mampu dijalankan dengan seimbang, maka kita akan siap terjun dan berkiprah dalam pengembangan diri di bidang informasi dan komunikasi, serta tidak lagi berada dalam sindrom gagap tekhnologi.
Gubernur diakhir sambutannya sangat mengharapkan agar perangkat jaringan data telkomselnet ini yang merupakan salah satu bentuk inovasi informasi dan komunikasi yang memiliki kapasitas teknis dan tingkat akurasi yang tinggi dapat memperlihatkan tindakan kongkrit layanan masyarakat dengan lebih cepat, tepat sasaran dan berkualitas tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Maluku DR. H.M.Attamimy,M. Ag dalam sambutannya mengatakan kita diperhadapkan dalam kondisi geografis dan kepulauan yang kadang tidak selalu menggembirakan. Proses pembangunan pendidikan yang lamban tersebut akibat terbentur oleh rentang kendali pendidikan yang panjang. Problem itu tercermin pada peningkatan kualitas yang belum memadai karena daya jangkau pendidikan yang tidak terakses secara cepat.
Attamimy berharap, agar seluruh satker yang memperoleh alat jaringan data tersebut dituntut untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik untuk kepentingan pembangunan pendidikan di Maluku. “Kita perlu membangun sikap mental aparatur yang tidak hanya menunggu perintah tetapi sikap mental aparatur yang kreaktif dan inovatif serta mampu menganlisis setiap hambatan yang terjadi,” tambahnya.
Kita perlu melakukan refleksi pendidikan dengan mempertimbangkan berbagai realitas sosial keagamaan dan realitas budaya, sehingga dapat memberikan warna terhadap model managemen pendidikan kurikulum, penyediaan alat-alat tekhnologi pembelajaran serta jaringan informasi kelembagaan.(Rel-Depag)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s