1 SIPIR BERBANDING 95 TAHANAN.


Situasi aula yang berubah fungsi digunakan sebagai tempat penampungan tahanan karena seluruh ruang tahanan telah melebihi daya tampung, gambar di Rutan Salemba, 1 Juni 2006.

Situasi aula yang berubah fungsi digunakan sebagai tempat penampungan tahanan karena seluruh ruang tahanan telah melebihi daya tampung, gambar di Rutan Salemba, 1 Juni 2006.

Tidak bisa digambarkan secara rasional apa yang akan terjadi di Rumah Tahanan Negara Salemba jika terjadi pemberontakan para tahanan yang menghuni Rutan tersebut. Peluang seperti ini bukan hal mustahil untuk tidak bisa terjadi, hal ini terjadi karena ketimpangan besar dan tidak rasional antara jumlah tenaga pengamanan (Sipir) yang bertugas menjaga para Tahanan maupun Narapidana. Dalam 1 kali shift jaga, jumlah tenaga pengamanan yang bertugas sebanyak 24 orang, sementara jumlah penghuni saat ini berjumlah 2.300 orang. Jadi secara rata-rata 1 orang sipir berbanding 95 Tahanan/Napi, padahal kondisi ideal sesungguhnya dengan tingkat sarana dan prasarana yang terbatas maka jumlah perbandingan tenaga pengamanan dengan Tahanan/Napi adalah 1 : 25.

Dengan tenaga pengamanan yang sangat timpang ini, maka berbagai ekses bisa terjadi. Mulai dari kurangnya pengawasan terhadap Napi, sampai pada kejenuhan dan ketakutan para petugas pengamanan jika sewaktu-waktu dapat dikeroyok oleh Tahanan dan Napi.

Demikian perbincangan penulis dengan Pejabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Sarwo Pambhagyo Kepala Bidang Rekruitmen SDM Aparatur dan Pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tatang Suratman Kasi Pensiun Digatra dan Herman Kasi Asuransi dan Taperum Digatra sesaat mengunjugi Rutan Salemba Senin, 1 Juni 2009.

Untuk melihat sesungguhnya apa yang terjadi di lapangan khususnya di Rutan/Lapas, maka Departemen Hukum Ham melalui Dirjen Pemasyarakatan sengaja mengundang para penentu kebijakan yang berhubungan dengan pengadaan Formasi Pegawai tersebut yaitu Pejabat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) . Dua institusi ini diberi kewenangan oleh Negara untuk mengelolah, mengatur dan merencanakan kebutuhan jumlah pegawai yang dibutuhkan masing-masing instansi pemerintah setiap tahunnya.

Dengan kunjungan ini, Departemen Hukum dan HAM berharap dapat memperoleh jumlah tenaga pengamanan (Sipir) untuk menutupi kekurangan yang dirasakan tidak lagi rasional seperti yang terjadi saat ini di hampir sebagian besar Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia. Seperti pernah dilansir dalam beberapa pemberitaan beberapa bulan lalu dalam rangka untuk memperbaiki kinerja, Depkumham tahun 2009 telah mengajukan permohonan Formasi penerimaan PNS kepada Menpan, dalam rangka menutupi kekurangan personil sebanyak 7.403. Untuk itu secara rasional pun tidak terlalu berlebihan jika kekurangan itu dapat dipenuhi dalam 2 tahap selama 2 tahun, masing-masing untuk tahun 2009 diajukan 3.500 personil, dan tahun 2010 sebanyak,3903 personil. Demikian kata Hasbullah (Kepala Bagian Mutasi Departemen HUkum dan HAM).

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

One comment on “1 SIPIR BERBANDING 95 TAHANAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s