MURNIKAH ALKITAB (BIBLE) DAN AL QUR’AN ? (Sambungan)


3. Ketika James – Raja Inggris naik tahta tahun 1603, dia meragukan kemurnian Alkitab Uskup, karena ayat-ayatnya penuh dengan kesalahan geografis, penyelewengan sejarah dan kesalahan-kesalahan fakta. Raja James menunjuk 47 orang sarjana untuk memperbaiki kesalahan yang terdapat pada Alkitab Uskup (Bishop Bible). Mereka menerjemahkan Alkitab dan menerbitkannya tahun 1611. Terjemahan itu dikenal dengan sebutan “Authorised Version of the Holy Bible” (terjemahan Alkitab yang sah).

4. Ternyata Authorised Version of the Holy Bible itu mengandung sekitar 20.000 kesalahan. Namun Alkitab ini diakui sebagai kitab suci yang otentik (asli) selama 259 tahun. Tahun 1870, sebuah komisi ditunjuk untuk memperbaiki kesalahan tadi. Tahun 1884 perbaikan tersebut selesai, dan terkenal dengan nama “Revised Version” (versi Alkitab yang diperbaiki).

5. Tahun 1901, orang-orang Amerika telah menerbitkan Alkitab menurut versi mereka sendiri.
Tahun 1931 telah ditemukan naskah Alkitab berbahasa Yunani Kuno, namun isinya masih banyak kesalahan. Maka Alkitab ditulis ulang oleh sebuah panitia yang terdiri dari 32 orang sarjana. Mereka diperkenankan merubah isi Alkitab, jika disetujui oleh 2/3 dari seluruh anggota panitia. Hasil pekerjaan mereka telah diterima dan mendapat penghargaan dari National Council of the Churches of Christ (Dewan Gereja Kristen Nasional) dan diterbitkan tahun 1952, serta dianggap sebagai terjemahan standar yang telah diperbaiki (Revised Standard Version).

6. Kristen Katholik dan Protestan masing-masing memiliki kitab yang berbeda. Kristen Katholik mempunyai Bible yang terdiri dari 72 kitab. Sedangkan Kristen Protestan hanya 66 kitab.
Kitab Perjanjian Lama edisi sekarang hanya ada 29 kitab, padahal asalnya ada 56 kitab, 27 sisanya dihapus dan dihilangkan begitu saja.

7. Kitab Ulangan pasal 34 menceritakan kematian penulis kitab Taurat, kuburannya, pemakamannya, serta umurnya 120 tahun. Kitab itu juga menceritakan orang-orang Yahudi berkabung karena kematian Nabi Musa AS.

Jelaslah, ayat yang menceritakan peristiwa setelah kematian Nabi Musa bukanlah wahyu yang diturunkan pada Nabi Musa. Dengan demikian, telah terbukti bahwa kitab Perjanjian Lama bukanlah wahyu Allah. Sekaligus menunjukkan bahwa kitab itu ditulis orang lain setelah kematian Nabi Musa AS.

ENCYCLOPEDIA BRITANNICA MEMBAHAS ALKITAB (BIBLE).

Jilid 3 halaman 501 paragraf 3-4
“The study of Hebrew and Greek text dissolved at last the cement by which the doctrin of inspiration had held together the whole Bible as homogeneous Divine product.”
“The discrepancies and disharmonies in the scriptures could no longer be disguised”
“Thomas Hobbes had observed that the Pentateuch (first 5 books of the Old Testament) seems to be about Moses rather than by Moses”

Halaman 508 paragraf 3 :
“Father Simon in his “Histoire Critique du Vieux Testament (1682)” also argues that the Pentateuch is the work more than one author and makes an important advance towards a systematic analysis by observing that the style varies being sometimes very curt and sometimes very copious. “Althoug the variety of the matter does not require it.”

“J.G. Eichhorn argues that Ecclesiastes is as late as the Persian period 538-332 B.C. and that the song of Solomon does not belong to the Solomonic age. G. Holscher has argued that Deutronomy was really written about 500 B.C. He recognizes the correctness of the view that the book of Ezekiel is post-Deutronomic and, since the Prophet himself flourished in the 1st quarter or the 6th century, he regards the larger part of the books as not written by him.”

Pada paragraf 6 :
“It was recognized that Isaiah XL-LXVI and several sections in the eaelier part of the book could not be the work of Isaiah himself.”

(Studi tentang teks Alkitab yang berbahasa Ibrani dan Yunani menunjukkan adanya perbedaan tajam antara kedua kitab itu yang masing-masing mengaku sebagai produk ketuhanan)
(Kejanggalan dan perselisihan antara ayat-ayat Alkitab tidak bisa disembunyikan lagi)
(Thomas Hobbes telah mengadakan observasi, bahwa Pentateuch (5 kitab pertama dalam Perjanjian Lama) bukanlah wahyu yang diterima dan ditulis oleh Nabi Musa AS, melainkan ditulis oleh orang lain setelah kematian Nabi Musa AS)
(Simon dalam bukunya “Histoire Critique du Vieux Testament” juga memberikan keterangan, bahwa Pentateuch tidak hanya ditulis oleh satu orang, melainkan ditulis oleh beberapa orang. Simon juga telah menunjukkan kemajuan analisanya yang sistematis berupa penyelidikan yang menyimpulkan : gaya tulisan Alkitab (Bible) selalu berbeda-beda. Kadang terlalu singkat, kadang sangat berlebihan. Padahal bentuk seperti ini tidak boleh terjadi pada kitab suci).
(J.G. Eichhorn mengatakan, Ecclesiastes (Kitab Perjanjian Lama) ditulis pada periode Persia antara tahun 538-332 S.M. Dan Kitab Amsal Sulaiman tidak ada pada jaman Sulaiman. G Holscher mengatakan, Kitab Ulangan ditulis sekitar tahun 500 S.M. Beliau membenarkan bahwa kitab Yehezkiel adalah turunan (salinan) kitab Ulangan. Ketika Nabi Muhammad diutus di akhir abad ke 6, beliau mengatakan bahwa sebagian besar isi kitab Perjanjian Lama tidak ditulis oleh Nabi Musa AS).
(Diakui pula, kitab Yesaya pasal 40-66 dan sebagian besar isi kitab itu tidak bisa dikatakan sebagai pekerjaan Yesaya sendiri)

Pada halaman 511 paragraf 2 dikatakan :
“Further, the various documents compossing the early narratives are mutually inconsistent.”

Bersambung…….

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS