SBY MASIH TERBAIK DIANTARA YANG BURUK.


Judul diatas sengaja saya tulis demikian. Saya yakin di dunia ini tak ada seorangpun yang sempurna, tidak juga Rasul dan Nabi, apalagi manusia biasa.

Kesempurnaan hanya milik Allah yang tak mungkin ia bagi kepada makhlukNya, siapapun makhluk itu.

Amat menarik menjelang Pilpres di Negeri ini. Semua para elit politik berlomba mengaku dirinya mampu dan terbaik untuk menjadi pemimpin. Tak kurang mereka yang telah diketahui oleh rakyat Negeri ini telah gagal memerintah pun masih tetap sangat bernafsu untuk kembali memimpin dengan dalih dan alasan bermacam-macam untuk menutupi kegagalannya di masa lalu.
Ada pula elit politik yang ketika Negeri yang ketika tanah tumpah darahnya dalam kondisi chaos, ia malah menetap di Negeri asing, membiarkan Mertuanya menghadapi situasi dan kondisi yang tak menyenangkan karena dipaksa harus turun dari tampuk kekuasaan. Ada lagi yang semestinya ia dapat saja mengambil alih kekuasaan pada kondisi chaos, tapi tak memanfaatkannya dengan baik seperti pendahulunya di kalangan militer. Sudah dalam keadaan seperti ini baru ia berminat ikut menuju tampuk kekuasaan mesti sadar amat sulit untuk menuju kesana.

Rakyat Negeri ini merupakan rakyat yang amat pemaaf. Sifat inilah yang selalu dimanfaatkan oleh para elit politik Negeri ini untuk terus membodohi rakyatnya.
Namun meski demikian, rakyat masih dapat merasakan dan membedakan kebaikan yang dirasakannya. Hal ini sudah dapat dilihat dari bentuk dukungan dan pilihan dalam Pemilu yang baru lalu.
Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dengan Partai Demokrat terbukti banyak mendapat dukungan dan pilihan diantara para elit politik dan Parpolnya.

Secara pribadi saya bukan seorang fanatisme Parpol tertentu, tapi saya harus jujur, sosok SBY masih jauh lebih baik ketimbang lainnya.
Berbagai tudingan yang diarahkan ke sosok SBY kiranya tak menyurutkan banyak anak bangsa memberikan dukungannya ke SBY.

SBY dan Partai Demokratnya berada diatas angin. Orang yang jujur terhadap dirinya sendiri harus mengakui itu. Koalisi dengan Parpol lain yang bersifat opurtunis, sebaiknya dihindari oleh SBY dan Partai Demokrat, apalagi dengan Parpol yang elitnya pernah gagal memerintah. Sebaiknya Partai Demokrat dan SBY menggandeng Parpol yang para elitnya relatif bersih, dan hidup sederhana mengerti nasib rakyat, bukan Parpol dan elit politik yang tahunya cuma menyalahkan pihak lain.

Meskipun saya bukan pengamat politik dengan sederet titel mentereng dari berbagai Univeritas ternama, sosok SBY saat ini jadi trade mark dan jaminan dapat meraih kembali kursi Presiden di Negeri ini. Meski intrik politik dan berbagai tudingan terus dialamatkan kepadanya, SBY tetap memiliki elektabiltas terdepan.
Majulah SBY pantang mundur, anjing menggongong lempari saja !!

Iklan