Menteri ESDM Sampaikan Kinerja Sektor ESDM 2004-2008


JAKARTA – Peran Kinerja Sektor ESDM dalam lima tahun kebelakang menunjukkan peningkatan baik dari sisi investasi maunpun penerimaan Negara. Kinerja sektor ESDM dipengaruhi delapan fakor yaitu, sumber penerimaan negara, pembangunan daerah, neraca perdagangan, investasi subsidi, efek berantai ketenagakerjaan, IHSG dan energi atas bahan baku domestik, demikian ujar Menteri ESDM dalam acara, “Energy And Mineral Resources Bussiness Gathering and Gala Dinner With Minister of Energy and Mineral Resource” yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Senin (20/4).

Menteri ESDM mengutarakan, dari sisi penerimaan negara sektor ESDM selama periode tersebut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Kegiatan sektor ESDM dalam pembangunan daerah juga mengalami peningkatan begitu pula dengan besaran dana bagi hasil bagi daerah penghasil.

“Perkembangan Investasi sektor ESDM, minyak, gas bumi, pertambangan dan kelistrikan cukup menggembirakan, khususnya sektor kelistrikan tahun depan akan mengalami peningkatan yang cukup tinggi dengan adanya program percepatan 10.000 MW dan proyek listrik swasta”, ujar Menteri

Meskipun krisis ekonomi global telah menyebabkan nilai ekspor sektor ESDM menurun namun angka impor juga menurun lebih tajam lagi. Ini yang menjadikan neraca pembayaran tahun ini tetap positif. Menteri ESDM menjelaskan, pada tahun ini hanya produksi batubara yang akan mengalami peningkatan.”Khusus produksi batubara akan meningkat karena digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik proyek 10 ribu Megawatt tahap I yang memerlukan 70 juta ton batubara pertahun,” Lanjut Beliau.

Dalam acara yang dihadiri pula Dirjen LPE, Dirjen Minerbapabum, serta Direktur Utama PT Pertamina. Kadin mengharapkan pemerintahan yang baru nanti dapat melanjutkan proyek-proyek sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang telah dipersiapkan dengan baik oleh pemerintah saat ini secara berkelanjutan.

Diperlukan pemerintahan yang kuat dan bersih untuk menjamin suksesnya program-program investasi yang pro pengusaha. Kadin meminta kepada pemerintah khususnya DESDM agar beberapa kebijakan sektor ESDM dapat segera ditetapkan dan di  implementasikan, beberapa diantaranya adalah penetapan kebijakan gas secara bertahap sebagai bahan bakar utama bagi industri dan transportasi menggantikan BBM dalam rangka menghemat devisa negara serta prioritas subsidi untuk Bahan Bakar Nabati (BBN) sebagai energi alternatif untuk menstimulasi pengembangan energi alternatif, kepastian penetapan tarif listrik yang kompetitif dan visible, kebijakan transitional pengalihan kuasa pertambangan menjadi izin usaha pertambangan untuk pertambangan mineral dan batubara serta percepatan penyelasaian rancangan Peraturan Pemerintah untuk Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Minerba. Kadin yakin dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha maka pembangunan ekonomi akan terlaksana dengan baik.

Sektor energi dan pertambangan tetap menjadi andalan dalam menggerakkan roda perekonomian negara. Pada tahun 2008, kontribusi sektor ESDM mencapai 36,0% terhadap penerimaan negara. Hal ini berbanding lurus dengan optimisme pemerintah pada neraca modal masuk dan keluar sektor ESDM akan positif di tahun 2009 dengan pertimbangan bahwa investasi di sektor ini bersifat jangka panjang sehingga tidak terpengaruh krisis ekonomi. (esdmnet)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s