Pengadaan Pondokan di Mekkah untuk Musim Haji 1430 H Telah Rampung.


Foto

JAKARTA – Pengadaan pondokan bagi jemaah haji Indonesia untuk musim haji 1430 H/2009 M di kota Mekkah sudah rampung seratus persen. 26 persen pondokan berada di ring I berjarak 2000 m, dan ring 2 berjarak paling jauh 7000 m dari Masjidil Haram.

Untuk ring 1 paling jauh berjarak 2 ribu meter dan ring 2 paling jauh 7 km, kata Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Abdul Gafur Djawahir di Jakarta, Rabu kemarin.

Jika tahun lalu jemaah haji Indonesia berada di ring satu sebanyak 18 persen, kini meningkat menjadi 26 persen. “Harusnya bisa mencapai 30 persen, tapi itu sulit dicapai karena pondokan di sekitar Masjidil Haram makin langka,” katanya.

“Saat ini Perluasan Masjidil Haram makin gencar,” kata Abdul Ghafur.
.
Untuk pondokan jemaah haji di ring dua, kata Ghafur, akan dikonsentraikan di kawasan Aziziah yang diperkirakan dapat menampung jemaah sebanyak 30 ribuan dan kawasan Bahutma dan Zahir.

Ghafur menjelaskan, bagi jemaah haji yang bermukim di kawasan ring dua itu akan mendapat layanan transportasi. Seperti tahun lalu, pelayanan transpotasi ini diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Untuk hal ini, lanjut Ghafur, pemerintah Indonesia melalui Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni — yang kini berada di tanah suci — telah minta jaminan agar agar masalah transportasi tak menimbullkan masalah seperti tahun lalu. Kebijakan transportasi kerap cepat berubah tanpa sosialisasi.

“Kita ingin dapat jaminan soal transportasi ini. Terutama saat melintasi jalan menuju Masjidil Haram. Paling tidak disediakan jalur khusus untuk bus jemaah haji, seperti bus way,” kata Ghafur

Ia menjelaskan pula, saat ini Menag sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan kementrian Haji Arab Saudi tentang pemondokan di Madinah. Pemerintah tengah berupaya mendapatkan lokasi paling dekat dengan Masjid Nabawi di kawasan Markazia. Tahun lalu jemaah Indonesia yang bermukim di kawasan itu sebanyak 70 persen, dan untuk tahun ini diupayakan dapat 90 persen.

Menyinggung tentang penggunaan paspor hijau sebagaiamana diimbau pemerintah Arab Saudi bagi seluruh jemaah haji dari seluruh dunia, kata Ghafur, hingga kini Menag belum membahas ke arah itu. “Konsentrasi masih soal pondokan,” katanya.

Soal penggunaan paspor hijau, seperti yang disampaikan Menag dalam berbagai kesempaan, pemerintah Indonesia telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar jemaah haji Indonsia pada tahun ini masih tetap bisa menggunakan paspor coklat (untuk haji) sambil menunggu perubahan peraturan yang masih berlaku saat ini. (es/ts/depag)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s