MoU Program Sawit Sejuta Hektar Ditandatangani.


SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur terus berkomitmen terhadap pembangunan sektor pertanian, termasuk perkebunan. Bentuk komitmen tersebut, salah satunya diwujudkan dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan sejumlah Kabupaten/Kota di Kaltim tentang Program Pengembangan Kelapa Sawit Satu Juta Hektar., Rabu malam (15/4) di Lamin Etam, Samarinda.

Sejumlah kabupaten/kota tersebut yaitu Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, Berau. Selain itu Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan dan Kabupaten baru Tanah Tidung. Sementara kota yang turut menandatangani MoU tersebut yakni Samarinda.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan program satu juta hektar sawit merupakan salah program revitalisasi pertanian dalam arti luas yang memerlukan kerjasama terkait dengan kabupaten/kota untuk keberhasilannya.

“Masing-masing daerah mempunyai tanggung jawab untuk ikut menyukseskan program ini,” kata Awang.

Program kelapa sawit, menurut Gubernur Awang juga di kembangkan di tiga provinsi lain di Kalimantan, masing-masing seluas dua juta hektar di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sedang di Kalimantan Selatan seluas 470 hektar.

Awang mengungkapkan, berdasar kesepakatan dengan Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia(GAPKI), disepakati nantinya outlet ekspor Crude Palm Oil (CPO) untuk perusahaan-perusahaan besar di Kalimantan, berada di Maloy Kutai Timur.

“Untuk mendukung itu, kita harus memiliki jalan trans Kalimantan yang bagus, sehingga proses pengangkutan bisa optimal,” tuturnya.

Kaltim juga akan membangun jalur rel kereta api dari Muara Wahau hingga ke Maloy, bekerjasama dengan RAS Al-Khaima dari Uni Emirat Arab.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Nurdin MT mengatakan, program sejuta hektar sawit ditargetkan selesai pada 2013, dengan asumsi pemerintah kabupaten/kota yang mempunyai kewenangan dapat mendorong sejunlah investor yang telah mengantongi ijin segera melakukan penanaman.

“Kita berharap Kabupaten/Kota mengevaluasi dan menginventarisasi investor yang memiliki ijin, karena itu adalah kewenangan mereka,” kata Nurdin.

Sejumlah investor kelapa sawit yang berencana membuka lahan perkebunan sawit di beberapa wilayah di Kaltim, memang telah memiliki ijin, baik ijin lokasi maupun Hak Guna Usaha (HGU), namun hingga kini masih ada yang belum melakukan penanaman.

“Awal Mei ini kita akan jadwalkan pertemuan dengan kabupaten/kota dan investor untuk membahas masalah ini,” pungkasnya. (hmsp7/kaltimnet)

Iklan
By borneOrigin Posted in NEWS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s